Sektor Kesehatan Alami Inflasi Tertinggi di Banten

Selama Agustus 2015, kelompok pengeluaran kesehatan di Provinsi Banten mengukir inflasi tertinggi dibandingkan bulan sebelumnya mencapai 5,78%.
Dini Hariyanti | 02 September 2015 18:02 WIB
Ilustrasi rumah sakit - bisnis.com

Bisnis.com, TANGERANG—Selama Agustus 2015, kelompok pengeluaran kesehatan di Provinsi Banten mengukir inflasi tertinggi dibandingkan bulan sebelumnya mencapai 5,78%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Syech Suhaimi menyatakan persentase itu tercapai sejalan dengan kenaikan indeks harga menjadi 124,45 dari 117,66 pada Juli. “Semua subkelompok di kelompok kesehatan mengalami kenaikan indeks,” katanya dalam data inflasi yang dilansir BPS, Rabu (2/9/2015).

Perincian masing-masing subkelompok yang mengalami kenaikan, yaitu subkelompok jasa kesehatan 9,70%, obat-obatan 0,24%, jasa perawatan jasmani 11,45%, sedangkan perawatan jasmani dan kosmetik naik 0,63%.

BPS menyatakan dari 38 komoditas dalam kelompok kesehatan sekitar 22 di antaranya mengalami koreksi harga. Adapun komoditas yang menyumbang inflasi dominan ialah tarif rumah sakit, tarif dokter umum, tarif dokter spesialis, check up, serta ongkos bidan.

“Sedangkan komoditas yang deflasi adalah sabun mandi dan sikat gigi,” kata Suhaimi.

Secara keseluruhan inflasi pada bulalu mencapai 0,72%. Kenaikan harga barang dan jasa ini seiring dengan perubahan indeks harga konumen (IHK) menjadi 127,83 dari 126,92 pada Juli.

Untuk inflasi secara year on year tercatat mencapai 8,74%. Angka ini berasal dari perbandingan antara IHK pada Agustus tahun ini terhadap bulan yang sama tahun lalu. Sementara laju inflasi tahun kalender 2015 tercatat 3,05%.

Tag : banten
Editor : Bastanul Siregar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top