Cegah Banjir & Kekeringan, Warga DKI Diminta Mulai Memanen Air Hujan

Dalam rangka menuju smart city, Jakarta diharapkan bisa menanggulangi banjir dengan membangun sistem memanen air hujan.n
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 19 September 2015  |  20:54 WIB
Bisnis.com, JAKARTA - Dalam rangka menuju smart city, Jakarta diharapkan bisa menanggulangi banjir dengan membangun sistem memanen air hujan.
 
Hal itu diungkapkan oleh doktor dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Agus Maryono dalam seminar internasional "Smart Cities: Sustainable City Development and Urban Mobility System" di Gedung Willian SOerdjajaja, Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI), Sabtu (19/9/2015).
 
Agus menegaskan, smart City harus terdiri atas smart people, smart community. Salah satu yang standar pokok smart community adalah memilih daya untuk memenuhi kebutuhan air.
 
"Banyak hal terkait banjir dan kekeringan. Smart city harus pandai memanajemen air. Memanen air hujan bisa mengurangi banjir, dan juga menyediakan air bersih untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan," kata Agus.
 
Agus menerangkan bahwa sesungguhnya air hujan bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan, misalnya pertanian dan memelihara ikan. Air hujan juga menjadi entitas untuk stimulus orang lebih kreatif.
 
"Jangan takut pada hujan, karena sesungguhnya hujan bisa digunakan untuk air minum, untuk perikanan dan pertanian meskipun jumlahnya kecil. Jakarta dapat berkurang banjirnya jika semua warganya belajar menampung air hujan," imbuhnya.
 
Dalam pemaparannya dihadapan peserta seminar, Agus menerangkan bahwa penampungan air hujan secara arsitektural bisa digunakan di instansi-instansi sekolah. Pasalnya, penampungan air hujan ini sudah diterapkan pula di UGM, Jogjakarta. Air hujan menjadi tak terbuang sia-sia, sekaligus juga tak meluap menjadi banjir.
 
"Jadi jika ini bisa diterapkan juga di UKI saya rasa komunitas ini bisa mensupport dan menyumbang potensi penurunan potensi kekeringan dan banjir pada saat yang bersamaan," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Banjir Jakarta

Editor : Bastanul Siregar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top