Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WISMA ATLET BATAL: Ahok Akan Data Warga Miskin

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui batalnya pembangunan Wisma Atlet akibat penolakan hibah lahan kepada Pemprov DKI akan membuat banyak warga miskin kehilangan rumah susun.nn
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 04 Desember 2015  |  17:53 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Antara
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Antara
Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui batalnya pembangunan Wisma Atlet akibat penolakan hibah lahan kepada Pemprov DKI akan membuat banyak warga miskin kehilangan rumah susun.
 
Ahok menyatakan dia belum bisa menyatakan total data ribuan warga miskin yang batal mendapat rusun. Dia masih menunggu pendataan ulang. Menurutnya ada sekitar puluhan ribu warga miskin yang kehilangan rusun.
 
"Itu ya kalau kita bisa bangun 7000 saja, itu bisa 7000an KK. Kamu hitung saja. Kalau blok C2-C3 kita bangun lagi. Mungkin di situ saja kita bisa bangun 20-30 ribu rumah susun. Terus kalau Kemayoran golf dikasih kepada kita, kita bisa bangun lapangan bola," tegas Ahok di Balai Kota, Jumat (4/12/2015).
 
Oleh sebab itu Ahok merasa janggal dengan keputusan Komisi II DPR RI menolak hibah atas lahan 11 hektar di Kemayoran untuk pembangunan Wisma Atlet.
 
Ahok mengklaim, saat dirinya menjadi Komisi II DPR RI, dia juga menjadi anggota panja aset negara.
 
Dia mengetahui permainan PKK Kemayoran yang tidak pernah beres. Hal ini terlihat dari kontribusi untuk negara dari Pusat Pengelola Komplek Kemayoran (PKK Kemayoran) yang tak terlalu besar.
 
Sementara itu menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan pihaknya perlu melakukan pendekatan (lobi) untuk penyamaan persepsi dengan Komisi II DPR RI.
 
Menurut Mantan Wali Kota Blitar ini, perjanjian untuk hibah lahan Kemayoran ini sesungguhnya untuk kepentingan umum dengan standar tinggi.
 
"Memang lahannya itu kelas 1, makanya kita bicarakan betul peruntukannya untuk apa. Tapi yang jelas kita tidak ingin setelah Asian Games kemudian tidak dimanfaatkan secara maksimal. Sebab banyak sekali event-event olahraga setelah dibangun terbengkalai. Tidak boleh, kita harus manfaatkan benar-benar untuk masyarakat," jelasnya.
 
Djarot mengakui surat resmi dari Sekretariat Negara kepada Pemprov DKI atas penolakan hibah oleh DPR RI belum keluar. Oleh sebab itu Djarot mengakui bahwa DKI masih akan memperjuangkan lahan Kemayoran untuk dihibahkan menjadi Wisma Atlet.
 
"Kalau betul ada lahannya, betul juga lahannya clean and clear, kami perjuangkan betul agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah yang baik," kata Djarot.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kasus wisma atlet Ahok Gubernur DKI
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top