Myrepublic Targetkan Akuisisi 3 Juta Rumah Tangga

Myrepublic, penyedia jasa layanan internet berskala internasional, optimistis mampu mengakuisi hingga 3 juta rumah tangga dalam lima tahun mendatang.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 28 Oktober 2016  |  14:26 WIB
Myrepublic Targetkan Akuisisi 3 Juta Rumah Tangga
Myrepublic, penyedia jasa layanan internet berskala internasional, optimistis mampu mengakuisi hingga 3 juta rumah tangga dalam lima tahun mendatang. - rayafr

Bisnis.com, TANGSEL-- Myrepublic, penyedia jasa layanan internet berskala internasional, optimistis mampu mengakuisi hingga 3 juta rumah tangga dalam lima tahun mendatang.

Untuk mewujudkan target tersebut, perusahaan yang sudah beroperasi di Singapura, Australia, dan New Zealand ini berencana mengucurkan investasi senilai US$700 juta.

"Investasi itu sepenuhnya digunakan untuk memperluas jaringan fiber optic kami. Terus terang, dengan usia yang masih satu tahun, korporasi masih fokus untuk membangun infrastruktur," kata CEO Myrepublic Malcolm Rodrigues di BSD City, Jumat (28/10).

Hingga saat ini, layanan Myrepublic sudah mencapai kawasan Jabodetabek, Cibubur, Surabaya, Malang, Semarang, Palembang, dan Medan.

Sejak resmi beroperasi di Indonesia pada tahun lalu, Myrepublic sudah mampu mengakusisi 70.000 pelanggan. Sampai akhir tahun ini korporasi ini menargetkan mampu menggaet sekitar 100.000 pelanggan.

Optimisme tersebut didukung oleh kerja sama Myrepublic bersama Sinar Mas Land (SML). Pada tahap awal, kerja sama tersebut memungkinkan Myrepublic untuk membangun jaringan fiber optic di BSD City.

Menurutnya, dalam lima tahun mendatang, BSD City bakal menjelma menjadi kota satelit yang mandiri dan didukung oleh fasilitas-fasilitas pendukung, salah satunya adalah internet yang super cepat.

"Setidaknya, akan ada penambahan sampai 25.000 rumah dalam lima tahun ke depan, saya rasa itu peluang yang bisa kami garap. Tak hanya itu, kami juga akan bermain di proyek-proyek SML di luar Jabodetabek," tambahnya.

Pada saat yang sama, Dhony Rahajoe, Managing Director President Office SML mengungkapkan kerja sama dengan Myrepublic merupakan langkah awal SML untuk menyempurnakan rencana pembangunan kawasan Digital Hub di BSD City.

Pembangunan proyek kota mandiri yang diproyeksikan menjadi ‘Sillicon Valley’ versi Indonesia ini akan dimulai pada tahun mendatang. Nantinya, kawasan seluas 25,86 hektar ini akan menjadi wadah bagi komunitas start up, perusahaan berbasis teknologi, dan komunitas digital.

"Ini dimulai dengan peresmian Myrepublic Plaza di kawasan Green Office Park. Selain Myrepublik Plaza, sudah ada sejumlah komunitas digital yang sudah bergabung yakni Orami, HuaWei, Sale Stocks, dan EV Hive," ujarnya.

Kawasan ini bakal menyasar pusat penelitian, institusi pendidikan, dan perusahaan berbasis teknologi.

SML juga berinisiatif untuk menggandeng kerja sama dengan sejumlah universitas dan pusat penelitian. Nantinya, kawasan ini akan menjelma menjadi area bisnis teknologi yang didukung dengan suplai kebutuhan tenaga kerja yang memadai.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tangerang

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top