Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangunan 3 FlyOver dan 3 UnderPass DKI Telan Rp700 Miliar

Pembangunan enam simpang tak sebidang di Provinsi DKI Jakarta tahun ini bakal menelan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017 sekitar Rp700 miliar.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 01 Februari 2017  |  06:02 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pembangunan enam simpang tak sebidang di Provinsi DKI Jakarta tahun ini bakal menelan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017 sekitar Rp700 miliar.

Sebanyak enam simpang tak sebidang tersebut terdiri dari tiga flyover atau jalan layang yakni di Pancoran, Cipinang Lontar, dan Bintaro. Serta tiga underpass atau jalan bawah tanah di Kartini, Mampang Kuningan, Matraman.

Heru Suwondo, Kabid Simpang dan Jalan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta menyatakan pembangunan enam simpang tak sebidang tersebut terbagi dalam enam paket pekerjaan yang ditangani oleh enam kontraktor berbeda.

"Anggarannya sebesar Rp700 miliar. Ada enam paket dikerjakan oleh enam kontraktor," tuturnya, di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (31/1).

Sebanyak enam kontraktor yang telah berkontrak sejak 18 November 2016 tersebut antara lain PT. Istaka-Agrabudi mengerjakan flyover Cipinang Lontar sepanjang 500 meter, PT. Nindya Karya mengerjakan flyover Pancoran sepanjang 750 meter, dan PT. Multi Structure mengerjakan flyover Bintaro sepanjang 430 meter.

Sementara, untuk proyek underpass, PT Modern Widya Tecnical mengerjakan underpass Kartini sepanjang 390 meter, lalu PT Adhi Karya mengerjakan underpass Mampang Kuningan sepanjang 750 miliar, serta PT Jaya Konstruksi mengerjakan underpass Matraman sepanjang 650 meter.

Suwondo mengatakan pengerjaan pembangunan enam simpang tak sebidang tersebut merupakan bagian dari sembilan titik simpang sebidang yang direncanakan untuk diubah menjadi simpang tak sebidang.

Dinas Bina Marga Provinsi DKI telah merencanakan untuk membangun sembilan titik simpang tak sebidang, namun lantaran hasil kajian tidak cocok dengan kondisi tata kota, maka yang direalisasikan hanya enam titik lokasi tersebut.

"Pemilihan enam titik ini berdasarkan kajian yang mendalam dan memperhatikan skala prioritas," ujarnya.

Suwondo mengakui saat ini masih banyak simpang tak sebidang yang harus diubah menjadi simpang sebidang, demi mengurangi tingkat kecelakaan di Ibu Kota.

Pihaknya berharap enam kontraktor itu dapat menyelesaikan keseluruhan pekerjaannya pada akhir tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

flyover
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top