Ojek Online & Sopir Angkot di Bogor Sepakat Damai

Pasca terjadinya bentrok antara sopir angkutan kota dengan ojek online di Bogor, akhirnya kedua pihak sepakat untuk berdamai.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 24 Maret 2017  |  02:02 WIB
Ojek Online & Sopir Angkot di Bogor Sepakat Damai
Sejumlah anggota Polresta Bogor Kota menjaga jalan Ibrahim Adjie, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/3). Polisi melakukan penjagaan dan strerilisasi jalan di depan Terminal Laladon pasca bentrok angkot dan ojek online. - Antara/Arif Firmansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Pasca terjadinya bentrok antara sopir angkutan kota dengan ojek online di Bogor, akhirnya kedua pihak sepakat untuk berdamai.

Deklarasi damai dilakukan ratusan ojek online dan sopir angkutan kota Kamis (23/03/17) di halaman Plaza Balai Kota Bogor.

Deklarasi ini menjadi simbol perdamaian diantara keduanya yang sempat mengalami benturan atau kesalahpahaman selama beberapa hari ini.

Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, sebelum deklarasi dilakukan, dengan penuh khidmat seluruh pengemudi ojek online dan sopir angkot mengikuti apel gabungan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dipimpin langsung Wali Kota Bogor Bima Arya. 

Setelah itu, tiga perwakilan dari Go-Jek, Grab Bike dan sopir angkot membacakan kesepakatan bersama antara pengemudi angkutan perkotaan dan pengemudian angkutan online Kota Bogor.

Berikut bunyi kesepakatannya 
1. Akan menjaga kondusivitas Kota Bogor. 
2. Akan bekerja sama menjalankan usaha. 
3. Tidak bergerombol di tempat umum. 
4. Tidak menggunakan fasilitas umum untuk menunggu penumpang. 
5. Melakukan penjemputan penumpang di titik penjemputan. 
6. Menyerahkan permasalahan yang terjadi kepada aparat penegak hukum. 
7. Dibentuknya satgas gabungan. 
8. Tidak mudah terprovokasi terhadap berita yang belum jelas kebenarannya. 
9. Masing-masing pihak saling menghormati dan menjaga diri. 
10. Kesepakatan ini dengan tanpa ada paksaan dan sanggup menaatinya. 
11. Apabila ada yang melanggar, akan dituntut sesuai hukum yang berlaku. 

Bima mengucapkan terima kasih atas kesepakatan yang sudah dibuat tadi malam bersama-sama dan ditaati sehingga kondisi Kota Bogor aman, kondusif, dan terkendali. 

"Pada prinsipnya Kota Bogor milik semua. Semua berhak mencari rezeki yang halal di Kota Bogor, hanya yang diperlukan adanya pengaturan agar semua bisa berbagi rezeki dengan nyaman," paparnya.

Setelah deklarasi ini pun Pemkot Bogor akan terus melakukan pembicaraan untuk lebih mematangkan aturan agar tidak lagi kembali terjadi masalah.

"Tolong deklarasi ini disampaikan dan disosialisasikan kepada seluruh ojeg online dan angkot agar semua bisa mengikuti kesepakatan ini. Niat deklarasi ini ikhlas berdamai untuk kebaikan semua," harap Bima.

Seusai deklarasi damai seluruh pengemudi ojeg online dan sopir angkot berfoto bersama dan saling berpelukan tanda saling memaafkan serta siap berdampingan.

Setelah itu, Bupati Bogor Nuhayanti dan Bima Arya menggelar rapat koordinasi dengan unsur Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) di Pendopo Kabupaten Bogor. 

Pertemuan itu membahas terkait dengan adanya gejolak antara ojek online dan sopir angkot serta menyiapkan payung hukum dalam pengaturan aplikasi berbasis online.

"Jadi kita sudah sepakat di masing-masing daerah dengan ojek online dan sopir angkot untuk menjaga kondusifitas di masing-masing daerah, tinggal nanti kita berbagi tugas bagaimana mengawal kesepakatan ini betul betul dijalankan," kata Nurhayanti.

Pemkab Bogor dan Pemkot Bogor masih menunggu perubahan peraturan dari kementrian pusat dan besok akan tindaklanjuti pertemuan dengan Dirjen Perhubungan Kemenhub.

"Mudah-mudahan ini ada langkah kongkrit yang bisa langsung diimplementasikan, Insya Allah saya sebagai Bupati dan Wali Kota Bogor akan bertanggung jawab agar kondisi stabil kembali dan tidak ada yang dirugikan, tidak ada yang dilarang tapi ini akan ditata dan diatur," ungkapnya.

Menurutnya, menjaga kondusifitas ini adalah tanggung jawab bersama tetapi mengenai pengaturan ojek online ini harus diatur secara jelas dan dapat dipahami oleh kedua belah pihak.

"Kami akan mendorong kementrian pusat melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengatur ojek online di bawah Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek," ujarnya.

Sementara itu, Bima Arya menyebutkan ada tiga tahapan yang akan dilakukan terkait pembenahan trasportasi di Bogor. Pertama, menyelesaikan konflik bekerja sama dengan TNI dan Polri. 

Kedua, kesepakatan damai baik di Kabupaten Bogor maupun di Kota Bogor antara ojek online dan sopir angkot.

Tahapan ketiga yakni merumuskan aturan-aturan selama belum ada payung hukum yang sah, kesepakatan informalnya sedang dibangun dan disusun.

"Tadi sudah mulai disepakati antara ojek online dan sopir angkot, besok kita akan pertajamkan lagi dengan mengundang semua pihak termasuk dengan Kementrian Perhubungan dan pengelola ojek online," kata Bima.

Dia menambahkan ke depan akan ada kesepakatan yang lebih detail, termasuk untuk roda dua atau ojek online harus ada terobosan untuk mengatur kesepakatan di lapangan, baik terkait dengan pembatasan, jangkauan pelayanan, tarif dan hal lain sehingga dilapangan kondusif.

"Ya nanti akan dibuat Perwali dan Perbup untuk lebih detail mengaturnya," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kota bogor, Ojek Online

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top