Pemprov DKI Kejar Realisasi Investasi

Pemprov DKI optimistis mampu merealisasikan investasi sepanjang tahun ini mencapai Rp55 triliun sesuai besaran yang ditargetkan.
Miftahul Khoer | 27 April 2017 19:24 WIB
Kompleks Balaikota DKI Jakarta. - DKI Jakarta

Bisnis.com, JAKARTA- Pemprov DKI optimistis mampu merealisasikan investasi sepanjang tahun ini mencapai Rp55 triliun sesuai besaran yang ditargetkan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) DKI Jakarta Edi Junaedi mengatakan penerimaan investasi pada kuartal pertama diklaim telah mencapai target.

"Di posisi April ini kami sudah catat ada sekitar Rp23 triliun investasi yang masuk. Kami oprimistis hingga akhir tahun akan tercapai," ujarnya pada Bisnis, Kamis (27/4).

Dia menuturkan upaya yang dilakukan hingga akhir tahun salah satunya yaitu memaksimalkan pelayanan berbasis elektronik termasuk penerapan signature digital bagi investor yang ingin mengurus segala perizinan.

Menurut dia, ke depan para investor tidak lagi harus bertatap muka dengan petugas pelayanan karena bisa mengurus perizinan melalui internet yang sudah tersistem.

"Kalau selama ini kan masih banyak urus izin tapi harus juga bertemu muka dengan petugas. Ke depan tidak usah karena semuanya sudah serba digital," paparnya.

Selain itu, lanjutnya, peningkatkan kinerja perizinan layanan antar jemput izin bermotor (AJIB) sudah disempurnakan yang bisa diakses dan diunduh di platform ponsel cerdas berbasis Android dan iOS.

Bahkan, kata dia, hampir semua kanal layanan PTSP di DKI sudah bisa diakses, sehingga tidak alasan lagi bagi masyarakat untuk tidak mengurus perizinan secara elektronik.

Dia menambahkan pihaknya juga terus berupaya memaksimalkan pelayanan perizinan dengan meningkatkan layanan prioritas untuk perizinan di atas Rp10 miliar.

Selain itu, pemberlakuan pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) 3.0 yakni masyarakat bisa mengurus rumah tinggal hanya tiga jam dengan menggunakan teknologi pemetaan drone.

Edi menambahkan, pihaknya pada pekan ini telah meresmikan kantor PTSP di kawasan industri Pulogadung sebagai upaya mempermudah kalangan investor mengurus segala perizinan usaha.

Menurutnya, penambahan kantor pelayanan di kawasan industri berpotensi meningkatkan investasi sekaligus pertumbuhan ekonomi khususnya di kawasan Jakarta.

Investasi, kata dia, berpengaruh terhadap sekitar 40% terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta. Jika pertumbuhan ekonomi nasional ditargetkan 5,6% dan Jakarta 6,1%, pihaknya optimistis kontribusi investasi tersebut bisa pengaruhi ekonomi Jakarta.

"Oleh karena itu kami mendekatkan PTSP ke customer. Kami sediakan pelayanan maksimal supaya mereka tak perlu lagi pakai calo, pergi jauh keluar kawasan yang menyebabkan biaya pengurusan izin tinggi," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Operasional dan Pengembangan PT JIEP Bilson Manalu mengatakan PTSP diharapkan bisa memudahkan para investor dan tenan yang ada di kawasan industri tersebut.

"Jadi nanti para investor kalau mau urus perizinan tidak perlu lagi repot ke luar kawasan karena PTSP sudah resmi beroperasi di JIEP," ujarnya.

Dia memberi contoh, setiap kali tenan yang ada di JIEP akan mengurus izin baru, mereka mendatangi PTSP terdekat yang berada di luar kawasan JIEP.

Mereka, kata dia, sebagian besar mengurus periznan domisili, izin mendirikan bangunan (IMB), ketenagakerjaan asing, izin gangguan dan lainnya.

Selain itu, pihaknya juga memperkirakan adanya PTSP di kawasan JIEP mampu menigkatkan pertumbuhan investasi. Sebab, kata dia, tenan-tenan yang ada tak jarang mendirikan usaha baru.

"Makanya ketika mereka buka usaha baru pasti harus izin ini izin itu, dan mereka tidak perlu jauh pergi keluar karena di sini sudah ada," paparnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta mendesak Pemprov DKI untuk merealisasikan target investasi sepanjang tahun ini sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah yang selanjutnya disingkat RPJMD yang disepakati.

"Investasi ini kan biasanya tergantung situasi politik, ekonomi, juga cuaca. Tapi kami yakin untuk politik domestik pada Pilkada DKI ini tidak akan berpengaruh," paparnya.

 

Tag : pemprov dki, realisasi investasi
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top