HET Sembako, Pasokan Daging Jadi Perhatian

Pengamat Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Mohammad Firdaus mendukung peran pemerintah mengeluarkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) kebutuhan pokok masyarakat.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 14 Mei 2017  |  21:23 WIB
HET Sembako, Pasokan Daging Jadi Perhatian
Penjual daging sapi menunggu pembeli sambil menelepon, di Surabaya. - JIBI/Wahyu Darmawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengamat Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Mohammad Firdaus mendukung peran pemerintah mengeluarkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) kebutuhan pokok masyarakat.

Kebutuhan pokok tersebut yang diberlakukan HET antara lain gula pasir seharga Rp12.000 per kilogram, minyak goreng Rp11.000 per kilogram dan daging beku Rp80.000 per kilogram.

Kebijakan HET tersebut dikeluarkan oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita yang diujicoba mulai 10 April hingga 10 September 2017. Kebijakan tersebut juga sudah dikerjasamakan dengan pengusaha ritel.

"HET ini kan pedoman bagi pemerintah untuk pasar. Kalau untuk gula dan minyak saya yakin pasti aman, tapi kalau untuk daging, ini yang harus benar-benar diperhatikan," katanya, Minggu (14/5/2017).

Menurut Firdaus, pemerintah harus memastikan ketersediaan stok daging beku yang sudah diberlakukan HET. Caranya bisa dengan mengimpor daging untuk atau memaksimalkan sapi yang ada.

Dia mengatakan, stok daging harus dipastikan karena menjelang Ramadan dan Lebaran biasanya komoditas tersebut kerap mendadak bergejolak yang menyebabkan harga naik. Dengan demikian, impor daging beku dengan kualitas terbaik adalah solusi agar kebijakan HET bisa terus efektif.‎

Dia juga mengimbau agar pemerintah daerah berperan mendukung HET tersebut agar ketika memasuki Ramadan dan Lebaran harga-harga kebutuhan pokok tetap stabil.
Menurut dia, pemerintah daerah juga harus memantau pelabuhan-pelabuhan tempat‎ datangnya impor sapi.

Selain itu, dia mengimbau agar pemerintah melakukan operasi pasar untuk mendukung agar HET tiga komoditas terutama daging beku bisa efektif dan dirasakan oleh masyarakat.

"Operasi pasar selain untuk menyeimbangkan harga juga untuk memantau supply pasar. Karena di negara-negara lain juga operasi pasar sudah jadi kebiasaan dan terus dilakukan," katanya.‎
‎‎
‎Namun, dia mengingatkan, dalam operasi pasar yang dilakukan pemerintah tidak harus menjatuhkan harga dari pasaran atau lebih murah dari yang ditetapkan pemerintah.
"Pemerintah kalau mau menggelar operasi pasar tetap harus menjual bahan pokok dengan harga yang tak jauh dari HET," tambah Firdaus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sembako

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top