Ini Untungnya Pembentukan Holding BUMD Pangan DKI

Pengamat Ekonomi Pertanian dari IPB, Muhammad Firdaus, mendukung wacana pembentukan holding BUMD pangan di DKI yang dinilai akan membuat kinerja BUMD lebih baik.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 18 Mei 2017  |  10:50 WIB
Ini Untungnya Pembentukan Holding BUMD Pangan DKI
PT Food Station - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Pengamat Ekonomi Pertanian dari IPB, Muhammad Firdaus, mendukung wacana pembentukan holding BUMD pangan di DKI yang dinilai akan membuat kinerja BUMD lebih baik.

"Saya lihat pembentukan holding BUMD pangan di DKI bagus, karena akan memudahkan untuk memantau data yang masuk," ujarnya ketika dihubungi Bisnis.com, Kamis (18/5/2017).

Firdaus menuturkan, holding BUMD pangan di DKI Jakarta akan membuat koordinasi antar-perusahaan semakin solid dan mudah dibandingkan dengan saat ini yang terlihat masih sendiri-sendiri.

Selain itu, kata dia, nantinya pengelolaan terkait pangan di Jakarta akan lebih gampang termonitor karena manajemennya sudah satu atap.

"Selain dari sisi anggaran yang akan mudah dikelola, masalah ketersediaan pangan juga paling penting untuk dipantau karena koordinasinya sudah menyatu," katanya.

Sebelumnya, Bank Indonesia Perwakilan DKI Jakarta mengusulkan badan usaha milik daerah (BUMD) di DKI untuk membentuk sebuah holding yang khusus mengelola persoalan pangan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Doni Joewono mengatakan pembentukan holding BUMD pangan berpotensi untuk lebih mengefektifkan kinerja usaha masing-masing perusahaan.

Saat ini, terdapat tiga BUMD bidang pangan antara lain PD Dharma Jaya yang bergerak di bidang daging dan olahan daging; PT Food Station yang menyediakan bahan pokok dan PD Pasar Jaya sebagai perusahaan hilir dari keduanya.

"Tetapi untuk membentuk holding BUMD pangan tersebut, masing-masing perusahaan minimal harus menguasai pasar 30%. Itu saja mungkin tantangannya yang berat," ujarnya di sela-sela acara Sinergi BUMD Pangan Provinsi DKI, Rabu (17/5/2017).

Dia menuturkan, saat ini BUMD sektor pangan di DKI belum menguasai pangsa pasar lebih dari 10%. Foodstation misalnya baru menguasai pasar sekitar 8%, Dharma Jaya 4% dan Pasar Jaya sekitar 8%.

Suntikan Dana

Doni menuturkan, dampak positif holding BUMD tersebut bisa dirasakan ketika perusahaan memerlukan suntikan dana dari pemerintah. Mereka tidak perlu lagi sendiri-sendiri mengusulkan anggaran ke DPRD.

"Jika holding, dibangun maka perusahaan akan semakin kuat dari hulu ke hilirnya. Jadi, masing-masing BUMD tidak melakukan apapun sendiri," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Foodstation Arief Prasetyo menyambut baik jika pembentukan BUMD pangan di DKI dilakukan, karena dinilai akan berdampak positif terhadap masing-masing perusahaan.

"Saya rasa pembentukan holding BUMD pangan memang strategis dan sangat bisa dilakukan, sehingga ke depan Jakarta yang tidak memiliki lahan sawah bisa melakukan proses pengadaan bahan pangan secara onfarm," ujarnya.

Direktur Utama PD Pasar Jaya Arif Nasrudin juga menyambut baik wacana pembentukan holding BUMD pangan tersebut. Bahkan, pihaknya mengatakan tidak hanya akan bekerja sama dengan BUMD pangan, melainkan dengan BUMD nonpangan lainnya.

"Dengan PT Transjakarta misalnya, kiat kerja sama nanti dengan memanfaatkan sektor transportasinya untuk menyalurkan bahan pokok yang harganya sudah disesuaikan oleh pemerintah," paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengisyaratkan untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan terkait wacana pembentukan holding BUMD pangan.

Menurutnya, saat ini sinergi perusahaan-perusahaan BUMD di sektor pangan sudah solid dan bekerja sesuai yang diharapkan untuk melayani masyarakat.

"Dengan sinergi seperti ini saja sudah seperti holding sebetulnya. Karena orientasi kita lebih banyak untuk subsidi bukan untuk profit. Artinya BUMD di Jakarta di bidang pangan sudah bagus," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumd dki

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top