Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Djarot Ancam Pecat Sopir Transjakarta yang Mogok

Pelaksana Tugas Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengancam akan memecat para sopir Transjakarta yang menggelar aksi mogok kerja pada Senin
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 13 Juni 2017  |  11:32 WIB
Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kanan) berbincang dengan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah (tengah), dan Dirut Transjakarta Budi Kaliwono (kiri) saat meninjau uji coba jalan layang non-tol (JLNT) bus Transjakarta koridor XIII Ciledug-Tendean di Jakarta, Senin (15/5). - Antara/Rivan Awal Lingga
Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (kanan) berbincang dengan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah (tengah), dan Dirut Transjakarta Budi Kaliwono (kiri) saat meninjau uji coba jalan layang non-tol (JLNT) bus Transjakarta koridor XIII Ciledug-Tendean di Jakarta, Senin (15/5). - Antara/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelaksana Tugas Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengancam akan memecat para sopir Transjakarta yang menggelar aksi mogok kerja pada Senin (12/6/2017).

Aksi mogok kerja para sopir tersebut berkaitan dengan tuntutan mereka untuk diangkat jadi karyawan tetap karena sebelumnya para sopir Transjakarta berstatus karyawan kontrak.

Bahkan para sopir tersebut mengancam akan kembali berunjuk rasa jika tuntutan mereka tidak diindahkan hingga Rabu (14/6/2017).

"Tidak apa-apa kalau mau demo lagi. Ya kita rekrut saja sopir yang baru," ujar Djarot di Balai Kota, Selasa (13/6/2017).

Djarot mengatakan pihaknya akan tegas menindak siapa dalang di balik aksi mogok tersebut yang dinilai telah merugikan pelanggan dan Transjakarta sendiri.

Djarot akan menelusuri motif dari para sopir Transjakarta apakah murni benar-benar ingin menjadi pegawai tetap atau ada unsur lain di luar tujuan utama demo tersebut.

"Tapi kalau mereka itu mogok ada motif lain di luar tuntutan itu, ya kita harus tegas, enggak apa-apa kita bisa rekrut lagi pegawai kontrak baru," paparnya.

Djarot menambahkan jika para karyawan kontrak ingin diangkat jadi pegawai‎ tetap maka kinerjanya harus baik dengan tidak merugikan orang lain, pelanggan dan perusahaan.

"Yang rusak itu bukan nama dia, tapi Transjakarta. Ini BUMD dan mogok kemarin ini dilakukan di bulan puasa. Kalau mereka gak betah, nggak mau lagi kerja, nggak apa-apa kita akan rekrut yang baru," katanya.

Sebelumnya, terjadi aksi mogok karyawan sopir Transjakarta pada Senin (12/6/2017) yang menyebabkan terlantarnya para pelanggan di Halte Harmoni. Aksi mogok dilakukan dengan tuntutan meminta pengangkatan pegawai tetap.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transjakarta
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top