Kisah Kamal, Penarik Bemo yang Digusur Pemprov DKI

Mahmud Kamal tampak sibuk mengotak-atik bemo milik temannya di kawasan Karet Tengsin, Jakarta Pusat.
Miftahul Khoer | 19 Juni 2017 16:08 WIB
Penumpang menaiki Bemo yang melintas di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, Kamis (15/6). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Mahmud Kamal tampak sibuk mengotak-atik bemo milik temannya di kawasan Karet Tengsin, Jakarta Pusat.

Pria berusia 61 tahun tersebut tak bisa lagi menarik penumpang karena bemonya diangkut Dinas Perhubungan DKI pekan lalu.

"Ini bemo teman saya. Yang punya saya diangkut Dishub ke Cilincing," ujarnya kepada Bisnis.

Kamal, sapaan akrabnya mengaku telah 30 tahun menarik bemo di Jakarta. Setiap hari, pendapatan kotornya bisa sampai Rp50.000. Dia lebih banyak menarik penumpang di bawah jembatan Karet.

Menurut dia, saat bemonya diangkut, dia tidak diinformasikan dulu sebelumnya. Bemo yang menjadi mata pencahariannya itu langsung diangkut dan dibawa ke Cilincing.

"Ada sekitar 5 bemo lebih yang diangkut. Kami seperti diperlakukan seperti bukan manusia. Mereka tidak manusiawi," ujar Kamal.

Saat ini, Kamal dan sekitar 17 orang penarik bemo di kawasan Karet sudah tidak punya pekerjaan lagi. Mereka sebagian menganggur karena bemonya tidak beroperasi.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansyah mengatakan pihaknya akan terus menertibkan bemo di Jakarta dan mengimbau untuk beralih ke bajaj berbahan bakar gas.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Organda DKI untuk mengembangkan angkutan roda empat kancil sebagai transportasi terobosan di Jakarta.

"Sampai saat ini sudah ada sekitar 250 orang yang bersedia beralih dari bemo ke angkutan lingkungan," kata Andri Yansyah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bemo

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top