Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bima Arya : Peresmian TOD jangan seperti di Pondok Cina yang Belum Berizin

Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan pihaknya tidak ingin peresmian peletakan batu pertama proyek TOD Stasiun Bogor dilakukan seperti peresmian TOD Stasiun Pondok Cina.
Miftahul Khoer
Miftahul Khoer - Bisnis.com 05 Oktober 2017  |  15:45 WIB
Bima Arya : Peresmian TOD jangan seperti di Pondok Cina yang Belum Berizin
Pengunjung mengamati maket rumah susun dengan konsep transit oriented development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, Senin (2/10). - JIBI/Nurul Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, BOGOR--Wali Kota Bogor Bima Arya menegaskan pihaknya tidak ingin peresmian peletakan batu pertama proyek TOD Stasiun Bogor dilakukan seperti peresmian TOD Stasiun Pondok Cina.

Peletakan batu pertama TOD Stasiun Pondok Cina Kota Depok pada Senin (2/10/2017) lalu‎ diresmikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono serta para pejabat dari PT Perum Perumnas dan PT Kereta Api Indonesia selaku pengelola proyek.

Padahal, Pemkot Depok‎ mencatat perizinan untuk pembangunan TOD Stasiun Pondok Cina tersebut belum rampung secara keseluruhan.

"Pemkot Bogor tak mau. Kami ingin semuanya harus selesai," ujar Bima, Kamis (5/10/2017).

Bima menuturkan pihaknya mengingatkan dua hal agar pembangunan TOD Stasiun Bogor yang merupakan proyek pemerintah pusat tersebut berjalan sesuai prosedur.

Pertama, kata dia, pihak pemegang proyek yakni Waskita Karya Realty Tbk. harus mematangkan kajian dampak lingkungan dan dampak lalulintas di area tersebut agar tidak menimbulkan kemacetan dan memperburuk citra Kota Bogor.

Kedua, pihaknya meminta agar pemegang proyek tidak melanggar aturan-aturan yang ditetapkan baik oleh Pemkot Bogor maupun regulasi terkait yang disepakati.

"Jangan ada aturan yang di-by pass. Karena tidak mungkin nanti groundbreaking dilakukan sebelum semua tahapan perizinan dilakukan," paparnya.

Bima menambahkan Pemkot Bogor akan mendukung pengerjaan TOD Stasiun Bogor jika secara keseluruhan tidak ada norma-norma yang dilanggar termasuk prasyarat yang harus dipenuhi pihak pemegang proyek.

"Termasuk juga nanti ketika huniannya jadi, yang harus memiliki adalah warga Bogor yang ber-KTP Bogor yang bekerja di Jakarta," paparnya.

Pemkot Bogor, kata dia, akan bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk mendata siapa saja warga Bogor yang berpenghasilan rendah dan data penunjang lainnya untuk memastikan warganya bisa tinggal di hunian berkonsep TOD di Stasiun Bogor tersebut.

Sementara itu, Direktur PT Waskita Karya Bambang Rianto mengatakan pihaknya sedang memproses perizinan untuk dapat segera melakukan groundbreaking TOD Stasiun Bogor tersebut.

Sebelumnya, peletakan batu pertama TOD Stasiun Bogor direncanakan dilakukan pada hari ini, Kamis (5/10/2017), tetapi batal karena perizinannya belum rampung.

"Kami masih sedang merapatkan perizinan dan lain-lainnya. Itu saja," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bima Arya TOD Bogor
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top