Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Utilitas Pipa Hambat Penyelesaian Underpass Mampang

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Dinas Bina Marga hari ini mengadakan rapat guna membahas pengerjaan enam proyek simpang tak sebidang di Ibukota.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 20 Oktober 2017  |  14:17 WIB
Kendaraan melintas di samping pembangunan terowongan (underpass) Mampang Prapatan-Kuningan di kawasan Mampang, Jakarta, Kamis (13/7). Pembangunan underpass yang menelan biaya Rp200 milia dan kan dibangun sepanjang kurang lebih 800 meter dengan lebar 20 meter atau empat lajur jalan sehingga diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan dari arah Mampang menuju Kuningan maupun sebaliknya. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Kendaraan melintas di samping pembangunan terowongan (underpass) Mampang Prapatan-Kuningan di kawasan Mampang, Jakarta, Kamis (13/7). Pembangunan underpass yang menelan biaya Rp200 milia dan kan dibangun sepanjang kurang lebih 800 meter dengan lebar 20 meter atau empat lajur jalan sehingga diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan dari arah Mampang menuju Kuningan maupun sebaliknya. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Dinas Bina Marga hari ini mengadakan rapat guna membahas pengerjaan enam proyek simpang tak sebidang di Ibukota.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Bina Marga, salah satu pembangunan adalah utilitas pipa yang melintang di area proyek, salah satunya di area pengerjaan underpass Mampang - Kuningan.

Dari data tersebut diketahui terdapat utilitas pipa milik Perusahaan Gas Negara dengan diameter 250 mm di zona 5A (Jl. Gatot Subroto) yang seharusnya sudah dipindah sejak Juli 2017.

Selain itu terdapat dua utilitas pipa milik Palyja dengan diameter 400 mm di zona 6F (Jl. Rasuna Said) dan 600 mm di zona 5A (Jl. Gatot Subroto) yang dijanjikan selesai dipindah pada akhir Desember 2017, yang saat ini belum dimulai pengerjaannya.

Akibat dari masalah tersebut beberapa bore pile dinding tidak bisa dikerjakan sehingga pekerjaan lanjutan seperti galian, lantai perkerasan jalan, dinding arsitektural, perlengkapan jalan, dan sebagainya tidak dapat dikerjakan pada lokasi underpass Kuningan dan jalan zona 6F sisi Rasuna Said.

Sandiaga Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta, mengatakan seluruh pihak yang berkepentingan dengan pengerjaan enam proyek simpang tak sebidang akan dipanggil ke Balai Kota, Senin (23/10/2017).

"Kita akan panggil mereka, PAM, Palyja, PT Kereta Api, dan Kejaksaan karena ada masalah yang menyangkut masalah prosedur yang membutuhkan mereka untuk mengambil keputusan. Kita enggak mau proyek ini terlambat," ujarnya di Balai Kota, Jumat (20/10/2017).

Lebih lanjut Sandiaga menyampaikan bahwa pihak Dinas Bina Marga telah berkomunikasi dengan Palyja dan PGN untuk melakukan percepatan penyelesaian pemindahan utilitas pipa.

"Sampai hari ini itu masih 65% dan tinggal dua buan lagi. Kita akan lakukan apa yang kita bisa dan mempercepat proses ini. Kadis juga sudah kumpulkan semua," katanya.

Underpass Mampang - Kuningan sepanjang 870 meter dan lebar 16,22 meter ini dilengkapi dengan empat lajur lalu lintas dan dua arah tersebut dikerjakan oleh kontraktor PT Adhi Karya dengan kontrak fisik senilai Rp202,211 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mampang underpass
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top