AC Balai Kota Terlampau Dingin, Sandiaga Bakal Pasang Sensor Suhu Ruangan

Sebagai penghuni baru Balai Kota, ada sejumlah hal yang menjadi perhatian Wakil Gubernur Sandiaga Uno. Dia berencana memasang alat sensor penyejuk ruangan karena kerap merasa kedinginan sejak menempati Balai Kota.
Nirmala Aninda | 24 November 2017 18:43 WIB
Sandiaga Uno - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Sebagai penghuni baru Balai Kota, ada sejumlah hal yang menjadi perhatian Wakil Gubernur Sandiaga Uno. Dia berencana memasang alat sensor penyejuk ruangan karena kerap merasa kedinginan sejak menempati Balai Kota.

Menurut Sandi, Balai Kota di bawah kepemimpinan Anies - Sandi akan ditata menjadi gedung ramah lingkungan dengan penggunaan energi listrik yang terkendalikan.

Namun sejak pertama kali menginjakkan kaki di Balai Kota, Sandiaga merasa penyejuk udara yang berada di ruangannya dan di beberapa ruangan terlampau dingin.

Belum lagi karena menggunakan sistem penyejuk sentral maka pengaturan suhunya memakan waktu lama.

Sandiaga menilai hal ini dapat menyebabkan pemborosan dalam anggaran terkait penggunaan energi listrik di lingkungan Balai Kota.

"Jadi saya hubungi teman-teman di Azbil, saya bilang bisa enggak kita lihat kemungkinan diaudit penggunaan energi di Balai Kota karena kita ingin penghematan," ujarnya di Balai Kota, Jumat (24/11/2017).

Sandiaga yang menuturkan dirinya menginginkan adanya sistem penggunaan energi yang dapat dikendalikan untuk menghemat anggaran.

"Saya orangnya sangat hemat. Sebagai akuntan saya sangat hati-hati dalam penggunaan anggaran. Salah satu yang bisa dihemat adalah penggunaan energi," tuturnya.

Meski masih berupa rencana, Sandiaga ternyata sudah menunjuk satu perusahaan kenalannya, PT Azbil Berca Indonesia, untuk pengadaan alat sensor pengukur temperatur suhu yang disebut dengan Energy Management System.

Menurut Sandiaga alat ini nantinya akan membantu Pemprov DKI menurunkan pengeluaran anggaran penggunaan energi sekitar 20% hingga 30%.

"Saya enggak akan kaget kalau pengurangan itu bisa mencapai angka puluhan malah sampai ratusan miliar," ujarnya.

Di dalam Rancangan APBD 2018 tercantum anggaran pemeliharaan AC Sentral Gedung Blok G dan H Balai Kota Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp1,1 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemprov dki, anies-sandi

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top