Batalkan Pergub Ahok, Ini Alasan Anies Gelar Kirab Budaya di Monas

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka acara seni budaya akbar bertajuk Kirab Kebangsaan Merayakan Hari Pahlawan, di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.
Feni Freycinetia Fitriani | 26 November 2017 19:49 WIB
Kesenian Betawi ondel-ondel meramaikan Kirab Kebangsaan di Monas, Jakarta, pada Minggu (26/11/2017). - Antara/Aprilio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka acara seni budaya akbar bertajuk Kirab Kebangsaan Merayakan Hari Pahlawan, di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Gelaran Kirab Kebangsaan di Monas sekaligus membuka kawasan ini untuk acara umum yang sebelumnya dilarang oleh Gubernur DKI Jakarta sebelumnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Melalui Peraturan Gubernur (Pergub) No. 186 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 160 Tahun 2017 Tentang Pengelolaan Kawasan Monumen Nasional, ditetapkan kembali bahwa Monas dapat digunakan untuk kegiatan pendidikan, sosial, budaya, dan keagamaan.

"Alasan saya menggelar Kirab di Monas karena ingin menghidupkan Monas sebagai alun-alun warga," katanya pada Minggu (26/11/2017).

Dengan kita mengembalikan Jakarta dengan nuansa seni, dia berharap Jakarta tak hanya menjadi kota untuk mencari penghidupan tapi juga pusat budaya dan seni. Dia pun mengimbau warga Jakarta agar menghidupkan setiap kegiatan kesenian dan kebudayaan.

“Kirab ini Insya Allah akan diselenggarakan secara rutin. Kita kembalikan Monas sebagai alun-alun berkumpulnya warga, izinkan ada kegiatan seni dan budaya. Saya mengimbau aktifkan kegiatan di kampung dan sanggar, pemprov akan mendukung kegiatan seni dan budaya,” katanya.

Dia menuturkan gelaran Kirab Kebangsaan ini adalah persatuan dalam kebhinnekaan, sehingga meskipun kita berbeda tetap bersatu menghasilkanpertunjukan seni kolosal yang memikat.

“Kita sama-sama terlibat kirab kebangsan. di sini adalah ibukota dari sebuah negeri yang memiliki lebih 700 bahasa dan 400 suku bangsa, hari ini kita merayakan bahwa negeri kita kaya budaya dan tidak kalah penting, negeri ini dibangun dan diperjuangkan oleh para pahlawan. Kita sedang rayakan persatuan, dan kita perjuangkan persatuan, kebhinnekaan adalah fakta yang kita perjuangkan adalah persatuan dan hari ini persatuan itu muncul di Monas,” paparnya.

Lebih lanjut, Anies memiliki visi untuk membuat Jakarta menjadi kota ekspresi seni budaya di mana setiap sudutnya menjadi tempat berekspresi kesenian dan berkebudayaan. Apalagi dalam acara tersebut tampak dari yang awalnya 8.000 penari menjadi 12.000 penari yang terlibat.

Tag : dki, kebangsaan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top