Warga dan Wisatawan di Bogor Diminta Waspadai Bencana Banjir & Tanah Longsor

Warga dan Wisatawan di Bogor Diminta Waspadai Bencana Banjir & Tanah Longsor
Newswire | 05 Desember 2017 08:28 WIB
Ilustrasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor memperingatkan warga dan wisatawan agar mewaspadai bencana banjir dan tanah longsor dalam musim hujan yang berlangsung akhir 2017 sampai awal 2018.

Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor, Budi Pranowo, mengatakan berdasarkan data yang dimilikinya, banjir dan tanah longsor di Bogor terjadi sejak 2016 sampai 2018. Penyebabnya, musim hujan yang disertai oleh dampak iklim La-Ninna basah.

“Saat ini, warga Bogor dan wisatawan diimbau mewaspadai dampak silikon Cempaka dan Silukon Dahia yang terjadi di Jawa bagian selatan, dan bergeser ke selatan Selat Sunda dan Jawa Barat mendekati Australia,” ujar Budi, Senin, 4 Desember 2017.

Menurut Budi, sejak Januari hingga Oktober 2017, di Kabupaten Bogor ada 487 kejadian bencana alam. “Posisi pertama atau terbanyak bencana tanah longsor yang mencapai 187 kejadian,” kata Budi.

Posisi kedua, ujar Budi, ditempati oleh angin puting beliung (angin kencang) sebanyak 160 kejadian. “Sementara bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Bogor sementara sebanyak 43 kejadian,” ucap Budi.

Budi memperkirakan ketiga jenis bencana tersebut akan bertambah sampai pertengahan 2018, karena kondisi cuaca ekstrim yang terjadi di sejumlah daerah memasuki puncak musim penghujan. "Menghadapi puncak musim penghujan dan cuaca ekstrim, Pemerintah Kabupaten Bogor menetapkan siaga darurat bencana banjir dan longsor, hingga bulan Mei 2018 mendatang," kata Budi.

Adapun bencana alam yang terjadi pada 2015, Budi menambahkan, didominasi oleh kekeringan dan kebakaran akibat fenomena iklim El-Nino yang terjadi di Samudera Hindia. "Akibat iklim El-Nino pada saat itu, peristiwa kebakaran mendominasi di Kabupaten Bogor, yakni 371 kejadian dari total 663 kejadian bencana di Kabupaten Bogor," kata Budi.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor, Budi Suhardi, memengatakan di wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor saat ini baru memasuki musim hujan dan puncaknya diperkirakan akan terjadi pada awal 2018. Kondisi ini memicu banjir dan tanah longsor. "Curah hujan yang terjadi di wilayah Bogor saat ini mencapai 300 milimeter," kata Suhardi.

Sumber : Antara

Tag : tanah longsor
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top