Wagub Sandi dan Wakil Ketua DRPD DKI Bahas Penanggulangan Banjir

Pemerintah Provinsi DKI dan DPRD Jakarta membahas masalah penanggulangan banjir di Ibu Kota.
Regi Yanuar Widhia Dinnata
Regi Yanuar Widhia Dinnata - Bisnis.com 07 Februari 2018  |  11:29 WIB
Wagub Sandi dan Wakil Ketua DRPD DKI Bahas Penanggulangan Banjir
Sejumlah petugas membantu evakuasi warga yang terdampak banjir sedalam 1,5 meter di Kelurahan Pajetan Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (5/2/2018). - Antara/Atika Fauziyyah

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI dan DPRD Jakarta membahas masalah penanggulangan banjir di Ibu Kota.

Wakil Guberur DKI Jakarta Sandiaga Uno menjelaskan sudah memerintahkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk bergerak lebih cepat menanggulangi banjir di Ibu Kota. Dia menambahkan telah berbagi tugas dengan Gubernur Anies Baswedan terkait masalah banjir ini.

"Pak Anies turun ke lapangan, saya membantu mengkoordinasi dari sini [Balai Kota]," kata Sandi, Rabu (7/2/2018).

Menurutnya, banjir di beberapa daerah kemarin (Selasa, 6/2/2018) sudah mulai surut, akan tetapi pada pertengahan malam di beberapa daerah kapasitas air mulai meningkat kembali. Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI akan terus berupaya mengantipasi dan menanggulangi air kiriman dari Bogor.

"Kalau misalnya kita bisa lebih sigap dalam antisipasi [banjir] apa yang dibutuhkan oleh warga sudah bisa terpenuhi," ujarnya.

Ditemui pada waktu yang sama, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta, M Taufik mengatakan normalisasi seluruh sungai yang berada di Jakarta dan sekitarnya harus dilakukan dengan teratur dan berkesinambungan. Hal itu perlu dilakukan agar bisa mereduksi potensi banjir.

Dia menjelaskan usaha normalisasi sungai telah berhasil diterapkan di Warakas, Jakarta Utara sehingga ketika Jakarta Selatan dan Timur mengalami banjir tempat tersebut tidak mengalami hal serupa.

Selain itu, dia menambahkan, saat ini pompa memiliki peran vital untuk mengurangi debit air di suatu wilayah. "Saya kira pompa menjadi penting untuk selalu ditata dan dirawat sehingga dia hidup terus," ungkapnya.

Seperti diketahui, seluruh pompa yang berada di Jakarta berjumlah 450  unit yang sedang dalam status siaga dan berfungsi layak.

Jumlah ini terdiri dari pompa mobile yang bisa bergerak ke daerah banjir sebanyak 30 pompa, 200 pompa stationer (diam) di hilir, sisanya tersebat di tempat yang berpotensi banjir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Banjir Jakarta

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top