Sopir Angkot Tanah Abang Tolak Ok-Otrip, Sandi Cari Formula Rupiah/Kilometer Baru

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menilai demo para sopir angkutan kota (angkot) jurusan Tanah Abang yang menolak syarat untuk bergabung dengan program OK-Otrip sebagai masukan.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 26 Februari 2018  |  13:55 WIB
Sopir Angkot Tanah Abang Tolak Ok-Otrip, Sandi Cari Formula Rupiah/Kilometer Baru
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Sopir angkot jurusan Tanah Abang masih ada yang berkeberatan bergabung dalam program OK-Otrip.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menilai demo para sopir angkutan kota (angkot) jurusan Tanah Abang yang menolak syarat untuk bergabung dengan program OK-Otrip sebagai masukan.

"Kami berterima kasih sekali. Itu menjadi masukan untuk kami," katanya di Balai Kota DKI, Senin (26/2/2018).

Dia mengakui bahwa sebagian sopir dan pemilik angkot memang sudah bergabung dengan OK-Otrip. Namun, masih banyak juga di antara mereka yang enggan dibayar rupiah per kilometer oleh Pemprov DKI.

Menurutnya, demo dan penolakan para sopir dan pemilik tak lepas dari besaran tawaran Rp/Km yang akan dibayarkan pemerintah.

"Jadi, sekarang masalahnya bagaimana kami bisa menemukan formula Rp/Km yang tepat untuk OK-Otrip. Nominal ini penting agar bisa masuk dalam negosiasi akhir dengan para pengemudi sekaligus operator," imbuhnya.

Meski beberapa perwakilan sopir dan pemilik telah datang ke Balai Kota beberapa waktu lalu, puluhan sopir angkot M08 trayek Tanah Abang-Kota kembali mogok beroperasi, Kamis (22/2/2018).

Aksi mogok itu dilaksanakan lantaran sejumlah sopir menolak syarat dari program OK Otrip.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tanah abang, OK Otrip

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top