Kabupaten Tangerang Maksimalkan Serap Tenaga Kerja Lokal

Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten mengupayakan secara maksimal menyerap tenaga kerja lokal usia produktif.
Newswire | 30 Maret 2018 20:17 WIB
Ilustrasi kegiatan di pabrik. - Antara/R. Rekotomo

Bisnis.com, TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten mengupayakan secara maksimal menyerap tenaga kerja lokal usia produktif karena memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap pengentasan kemiskinan.

"Upaya lain dengan mengaktifkan Balai Latihan Kerja (BLK) setempat," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tangerang Didin Samsudin.

Untuk itu, ungkapnya, pemanfaatan BLK harus secara maksimal agar pekerja lokal memiliki ketrampilan dan dapat ditempatkan sebagai pekerja industri.

Pernyataan itu sehubungan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Nazil Fikri menyatakan pemerintah setempat belum maksimal mengatasi penyerapan tenaga kerja lokal.

Padahal sebagai daerah industri sangat ironis banyak warga yang belum mendapatkan lowongan pekerjaan layak, pemerintah harusnya dapat menyalurkan ke sejumlah pabrik di wilayah ini.

Pengusaha yang bergerak di bidang industri yang resmi terdaftar dan tersebar pada 29 kecamatan 5.105 perusahaan.

Bahkan sebagai daerah penyangga ibu kota, maka persoalan tenaga kerja adalah serius dan perlu perhatian lebih untuk ditindaklanjuti, apalagi penyerapan dianggap rendah.

Legislator itu mendorong agar pemerintah daerah melakukan berbagai upaya penyerapan tenaga kerja lokal dapat diberdayakan dan memiliki kompetensi berusaha.

Didin menambahkan sesuai rencana, pada 2019, BLK di Kecamatan Kosambi segera direalisasikan.

Pihaknya mengundang sejumlah investor untuk menanamkan modal karena tersedia pekerja handal karena telah dilatih di BLK setempat.

Sementara itu Plt. Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengatakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun 2019 difokuskan untuk pembangunan isnfrastruktur.

Pembangunan sekolah, jalan lingkungan, jembatan dan sanitasi pondok pesantren ditingkatkan karena bermanfaat untuk kepentingan publik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tenaga kerja

Sumber : Antara
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top