Pemprov se-Jawa, Bali, Nusra Gelar Konreg PDRB untuk Perekonomian Lebih Baik

Pemprov DKI Jakarta menggelar Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto Se-Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Konreg PDRB Jabalnusra) Tahun 2018 yang merupakan forum diskusi antara pemerintah terkait perekonomian.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 20 Juli 2018 20:47 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno membuka Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto Se-Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Konreg PDRB Jabalnusra) Tahun 2018 di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (20/7/2018) - Humas Pemprov DKI

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto Se-Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Konreg PDRB Jabalnusra) Tahun 2018 yang merupakan forum diskusi antara pemerintah terkait perekonomian.

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berada di lingkungan Pemprov seperti Bappeda, Diskominfotik, dan Badan Pusat Statistik (BPS) saling bertukar pikiran terkait teori dan praktik mengenai pengembangan sumber daya berwawasan regional serta lintas sektor.

Acara ini diikuti oleh perwakilan dari sebanyak 27 kepala SKPD dan kantor perwakilan BPS provinsi se-Jawa, Bali dan Nusa Tenggara dan digelar di Ruang Pola Bappeda Balaikota Jakarta, Blok G Lantai 2.

Kerja sama antar daerah menjadi proses yang penting dalam pembangunan ekonomi untuk mengatasi keterbatasan sumber daya yang dimiliki suatu daerah.

Agar kerja sama dapat terwujud secara sinergi dan dapat memenuhi kebutuhan semua pihak diperlukan pembahasan intensif mengenai potensi dan kendala yang dihadapi dalam perekonomian masing-masing daerah. Termasuk di dalamnya pembahasan atas bidang unggulan.

Lebih lanjut kerjasama antar daerah juga dapat berperan mengurangi kesenjangan antar daerah. Konreg PDRB Jabalnusra merupakan salah satu dari sekian banyak sarana pembahasan tersebut.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan bahwa PDRBB telah menjadi dokumen penting dalam perumusan dan penyusunan kebijakan publik, terlebih kebijakan di Ibu Kota sudah berbasis data. Dia menambahkan, data ini akan menjadi dokumen publik yang harus dapat dipertanggungjawabkan baik konten isi maupun tata cara metode penyusunannya.

"Mudah-mudahan penerbitannya diharapkan tepat waktu. Kee depan, hasil pengolahannya juga harus transparan dan mudah diakses oleh publik," kata Sandi, Jumat (20/7/2018).

Menurutnya, Konreg PDRB Tahun 2018 memiliki arti penting karena secara khusus Pulau Jawa memberi kontribusi lebih dari 58% PDB nasional, apalagi bila digabung dengan Bali dan Nusa Tenggara.

“Pada 2016 Pulau Jawa telah mampu menyumbang 58,49% total PDB Nasional, sehingga menjadikan Pulau Jawa sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia,” sebutnya.

Dia berharap acara ini dapat menghasilkan update konsep dan metodologi dalam penyusunan dan penyediaan data PDRB. ”Penerbitannya dokumen PDRB diharapkan tepat waktu dan hasil pengolahannya mudah diakses oleh publik," imbuhnya.

Seperti diketahui, Konreg PDRB tahun ini mengangkat tema Pengembangan Ekonomi Digital dalam Rangka Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi.

Tema tersebut dipilih dengan melihat kondisi perkembangan teknologi informasi saat ini yang telah berhasil mendorong terciptanya peluang-peluang ekonomi baru berbasis teknologi.

Teknologi informasi meruntuhkan tembok-tembok yang selama ini menghalangi lalu lintas barang antar regional maupun antar pelaku ekonomi. Disamping itu, ekonomi digital merupakan salah satu program unggulan Presiden Joko Widodo, yaitu untuk menjadikan ekonomi digital Indonesia menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

Pada kegiatan ini disampaikan perkembangan ekonomi digital di Indonesia selama satu dasawarsa terakhir. Kemudian, dari sisi pemerintah dijelaskan pula bagaimana peran pemerintah dalam mengembangkan ekonomi digital melalui roadmap yang dibangun untuk memastikan ekonomi digital di Indonesia berkembang ke arah yang positif, bernilai tinggi secara ekonomi, namun tetap berada pada koridor yang telah ditetapkan.

Selain itu, juga disampaikan bagaimana potensi dan kendala yang dihadapi oleh pelaku industri digital dalam mengembangkan usahanya, serta sudah sejauh mana capaian dari para pelaku industri digital tersebut.

 

Tag : bps, pdrb
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top