Kain Waring Tutup Kali Item, Anies: Staf Khusus Jangan Ganggu dengan Opini

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta semua pihak mendukung upaya pemerintah untuk membereskan polusi dan bau di Kali Item atau Kali Sentiong sebelum Asian Games dimulai.
Feni Freycinetia Fitriani | 27 Juli 2018 19:28 WIB
Petugas membersihkan sampah di Kali Item yang telah ditutup jaring di dekat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Jumat (20/7/2018). - Antara/Hafidz Mubarak

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta semua pihak mendukung upaya pemerintah untuk membereskan polusi dan bau di Kali Item atau Kali Sentiong sebelum Asian Games 2018 dimulai.

Dia juga mengingatkan bahwa tugas membersihkan Kali Item bukan semata-mata dilakukan oleh Pemprov DKI melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA).

"Saya ingin menggarisbawahi ini kerja bersama, lintas instansi pemerintah. Oleh karena itu, mari kita teruskan kerja di lapangan. Kalau mau meramaikan dalam debat publik, saling klaim, ya enggak akan selesai," katanya di Balai Kota DKI, Jumat (27/7/2018).

Klaim yang dimaksud merupakan pernyataan Staf Khusus Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Firdaus Ali.

Pakar hidrologi tersebut mengatakan pemerintah pusat perlu turut menangani Kali Item di samping Wisma Atlet Kemayoran. Ini dikarenakan upaya penanganan yang dilakukan Pemprov DKI terhadap kondisi kali tersebut masih kurang efektif.

Menurut Anies, jangan sampai para staf khusus yang tidak bekerja di lapangan mengganggu mereka yang bekerja di lapangan. Pemprov DKI fokus pada semua langkah-langkah yang memungkinkan untuk membuat salah satu tempat yang menjadi fokus pelaksanaan Asian Games menjadi lebih baik.

"Yang tidak bekerja [bukannya] membereskan masalah, tetapi justru memperumit opini. Kami mengharapkan kepada semuanya, izinkan mereka meneruskan kerjanya," imbuhnya.

Anies memaparkan keputusannya menutup Kali Item dengan kain waring diawali oleh pertemuan lintas pakar. Dia pun menyebut salah satu anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Muslim Muin sebagai salah satu inisiator pemasangan rekayasa hidrolika.

"Ada yang namanya Profesor Muslim Mu'in, kemudian ada yang namanya rekayasa hidrolika. Mulai 24-25 [Juli] sudah dilaksanakan, Tim SDA dan Kementerian PUPR sudah bekerja sama-sama," ungkapnya.

Seperti diketahui, Anies menginstruksikan agar Dinas SDA memasang ratusan meter kain waring untuk mengurangi bau busuk yang berasal dari Kali Item.

Hal itu dikritik oleh banyak pihak karena tidak efektif mengatasi permasalahan. Padahal, bau Kali Item akan mengganggu kenyamanan para atlet dari berbagai negara yang bakal bertanding di Asian Games mulai 18 Agustus.

Tag : Asian Games 2018
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top