Hewan Peliharaan di Jakarta Barat Dipasangi Microchip

Demi mempertahan status DKI Jakarta sebagai wilayah bebas rabies hewan peliharaan dipasangi microchip.
Newswire | 04 Oktober 2018 15:27 WIB
Anjing - foxnews

Bisnis.com, JAKARTA -  Demi mempertahan status DKI Jakarta sebagai wilayah bebas rabies hewan peliharaan dipasangi microchip.

Petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat memasang microchip pada anjing peliharaan. Petugas juga melakukan vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan yang masuk kategori hewan penular rabies (HPR).

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Barat Masawitri Gumay di Jakarta, Kamis (4/10/2018), mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Rabies se-dunia (World Rabies Day) yang jatuh pada 28 September dan mempertahankan Provinsi DKI Jakarta sebagai wilayah bebas rabies.

Bersamaan dengan vaksinasi rabies untuk HPR, juga dilaksanakan pemasangan microchip pada hewan peliharaan anjing untuk pendataan secara digital dan pemberian kartu identitas hewan bagi pemilik anjing.

"Target pemasangan microchip di Jakarta Barat pada 2018 sebanyak 100. Pemasangan microchip digunakan untuk mengetahui data diri serta status kesehatan anjing peliharaan," ujar Masawitri.

Masawitri menambahkan, pada 1 dan 2 Oktober sebanyak 19 ekor anjing di Jakarta Barat sudah dipasang microchip.

Sebelumnya Sudin KPKP Jakarta Barat juga sudah melakukan pemasangan microchip pada kuda delman di kawasan Kemanggisan pada April.

Kegiatan pemasangan microchip di Jakarta Barat dan vaksinasi rabies dilaksanakan serentak pada 1-5 Oktober 2018.

Pemasangan microchip dan vaksinasi hewan penular rabies berlangsung di RPTRA Manuver, Kelurahan Meruya Selatan.

Ellita, dokter hewan Suku Dinas KPKP Jakarta Barat, mengungkapkan pelaksanaan kegiatan tersebut ditujukan kepada masyarakat yang memiliki hewan peliharaan, khususnya anjing. Pendataan dan penanaman microchip dengan metode suntik dilakukan secara gratis.

"Ini sekaligus sosialisasi sistem pendataan hewan. Microchip seukuran biji beras ditanamkan lewat suntik di bawah kulit leher yang nantinya dapat dilacak dengan alat pembaca dan dapat diidentifikasi," ujar dia.

Di dalam microchip tersebut, tambahnya, selain berisi identitas anjing juga berisi rekam jejak medis seperti waktu operasi dan vaksinasi. Pemilik hewan akan mendapatkan kartu identitas anjingnya. Data anjing akan masuk dalam pangkalan data Dinas KPKP DKI Jakarta.

Namun microchip tersebut masih belum memiliki fungsi navigasi untuk melacak keberadaan anjing.

Selama kegiatan pada pukul 09.00 sampai 12.00 WIB, hanya ada satu anjing milik warga yang ditanamkan microchip.

Selebihnya, masyarakat sekitar RW 09 Kelurahan Meruya Selatan membawa hewan peliharaannya seperti kucing, musang dan kera untuk vaksin rabies gratis dan mendapatkan surat keterangan dokter serta stiker bebas rabies.

"Kami tidak memaksakan orang untuk memasang microchip ini karena masih sosialisasi. Setelah vaksin, baru kami tawarkan mau atau tidak," ujar dia.

Kegiatan tersebut menurut Ellita untuk sementara dilakukan pada dua kelurahan yakni Kelurahan Kalideres dan Kelurahan Meruya.

"Sementara diarahkan di Meruya dan Kalideres karena daerah perbatasan dengan Provinsi Banten yang belum bebas rabies," kata dia.

Ia menambahkan, setelah kegiatan sosialisasi berakhir, akan ada peluncuran aplikasi ponsel pintas Sistem Aplikasi Rabies Jakarta (SiRaJa) yang dapat diakses pemilik anjing yang sudah memasang microchip pada 6 Oktober.

Aplikasi tersebut berfungsi untuk memantau dan pengingat jadwal vaksinasi rabies serta data kesehatan lainnya yang terintegasi dengan microchip tersebut. 

Sumber : Antara

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top