Berjuang Mereduksi Sampah Jakarta

Setahun belakangan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya ikut menopang aktivitas Bank Sampah Induk atau BSI Gesit yang berlokasi di Menteng Atas, Jakarta Selatan untuk mengikis timbunan sampah di Ibukota.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 16 Agustus 2019  |  13:52 WIB
Berjuang Mereduksi Sampah Jakarta
Bank Sampah Induk Gesit, Jakarta Selatan.

Bisnis.com, JAKARTA - Setahun belakangan PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya ikut menopang aktivitas Bank Sampah Induk atau BSI Gesit yang berlokasi di Menteng Atas, Jakarta Selatan untuk mengikis timbunan sampah di Ibukota.

Persoalan sampah di Jakarta tak pernah tuntas bila hanya me ngandalkan peran pemerintah. Jumlah populasi yang tinggi, serta minimnya kesadaran warga untuk tertib mengelola sampah pada akhirnya menghasilkan sekitar 7.000 ton sampah di Ibu Kota.

BSI Gesit mempunyai tugas mengumpulkan setoran sampah dari bank sampah unit yang berjumlah 375 unit. Selanjutnya, BSI Gesit ditugaskan mendistribusikan kumpulan sampah itu ke berbagai pihak yang membutuhkan bahan daur ulang.

Boleh dikatakan, hampir seluruh aktivitas BSI Gesit ini bersifat swadaya. “Mulai dari mengumpulkan sampah, mendistribusikan, sampai mengelola omzet, dan ongkos operasional yang dibagikan kembali kepada para nasabah di bank sampah unit,” kata Kepala BSI Gesit Ellen de Wilde.

Selaku orang paling bertang gung jawab terhadap BSI Gesit, Ellen pun hanya menyandang status relawan. Kelahiran BSI Gesit yang kini diandalkan Pemerintah Kotamadya Jakarta Selatan itu dari inisiatif warga.

“Sudin (suku dinas) Lingkungan dan (mantan) Wali kota Jakarta Selatan Pak Tri Kurniadi memberikan tempat di sini pada 2016. Sejauh ini, Pemprov DKI Jakarta mendukung dengan 5 orang pekerja dan 2 truk, selebihnya kami urus mandiri,” tegas Ellen.

Kini, BSI Gesit mengelola rata- rata 50 ton sampah per bulan. Saat ini BSI Gesit meraih omzet rata- rata Rp62 juta per bulan, dengan perbandingan setoran kepada nasabah se besar Rp50 juta.

“Kami memang berupaya sendiri agar operasional cukup bagi BSI Gesit, dan tidak merugikan nasabah. Kami juga mencari pihak yang membutuh kan bahan daur ulang, menampung botol dan membutuhkan kertas,” kata Ellen.

Uluran bantuan sangat diharapkan BSI Gesit. Salah satu bantuan yang diterima para relawan datang dari PLN UID Jakarta Raya. Lewat program tanggung jawab sosial perusahaan PLN UID Jakarta Raya telah memberikan banyak bantuan setahun belakangan.

“Kami sangat berterima kasih kepada PLN, karena sebelumnya kami tidak punya mobil operasional pikap kecil, serta peralatan kantor, serta ruangan yang memadai. Bantuan PLN telah memberikan itu semua,” ucap Ellen.

PLN UID Jakarta Raya juga memiliki program CSR lainnya seperti membngun kegiatan sosial lingkungan di daerah bantaran Ciliwung. Di sana, PLN UID Jakarta Raya bersama komunitas MatPeci (Ma syarakat Peduli Ciliwung) melaksanakan aksi Sekolah Sungai Ciliwung.

Kemudian pengembang an di daerah Lenteng Agung, Jakarta Selatan, PLN UID Jakarta Raya terlibat dalam pendampingan Proklim (Program Kampung Iklim).

Dengan melibatkan para warga di da erah tersebut, kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan dilakukan dengan cara pemberdayaan warga untuk melaksanakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan ter hadap dampak perubahan iklim.

Selain itu, PLN UID Jakarta Raya juga mendampingi aktivitas bank sampah unit di beberapa lokasi yang ada di Tangerang dan Jakarta.

Bahkan di salah satu bank sampah unit, PLN UID Jakarta Raya menggagas pemberdayaan Lansia untuk menggerakkan aktivitas peduli lingkungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
HUT Kemerdekaan RI

Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top