Anies Akan Buat Perpustakaan di Stasiun MRT, Dorong Minat Baca Para Penumpang

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menyediakan bahan bacaan bagi para penumpang transportasi massal.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 04 September 2019  |  14:41 WIB
Anies Akan Buat Perpustakaan di Stasiun MRT, Dorong Minat Baca Para Penumpang
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan orasi literasi dalam IIBF 2019 - Bisnis/Aziz R

Bisnis.com, JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menyediakan bahan bacaan bagi para penumpang transportasi massal.

Anies akan menerapkannya pertama-tama di setiap Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Hal ini disampaikannya ketika memberikan Orasi Literasi pada acara Indonesia Internasional Book Fair (IIBF) 2019, Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019).

"Di MRT sudah dirancang program untuk para penumpang bisa pinjam buku di stasiun keberangkatan, dibaca di perjalanan, kemudian dikembalikan di stasiun tujuan," ungkap Anies.

Harapannya, program ini sanggup meningkatkan kebiasaan membaca warga Jakarta, di samping kebijakan lain besutannya terkalit literasi yang telah diterapkan.

Misalnya, menerapkan wajib membaca 15 menit sebelum memulau pelajaran di setiap sekolah di Jakarta, membuka pasar buku pertama di Jakbook Pasar Kenari, atau memisahkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, menjadi Dinas Kebudayaan tersendiri di samping Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Sesegara mungkin lagi dalam proses dengan pihak MRT. Jadi saya minta di semua Stasiun MRT disiapkan tempat perpustakaan, bukan perpus besar ya, tapi rak-rak buku. Di mana penumpang bisa mengambil buku untuk baca, lalu bisa di baca sepanjang stasiun nanti bisa dikembalikan di stasiun tempat dia akan turun," tambahnya.

Menurut pria yang pernah mendapat penghargaan dari Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) sebagai Literacy Promoter pada 2016 ini menilai minat membaca sebenarnya telah ada dalam masyarakat, tetapi daya baca masih belum merasuk.

Oleh sebab itu, peningkatan daya baca perlu didorong dengan membumikan lagi budaya membaca buku. Anies berharap, aktivitas peningkatan literasi sebagai gerakan bersama, bukan hanya berlandaskan progran pemerintah.

"Sebagaimana dulu ketika kita lalukan pemberantaan buta huruf, poster di belakang Bung Karno itu 'Bantulah Memberantas Buta Huruf'. Jadi waktu itu, negara saja butuh bantuan. Hasilnya, waktu itu pemberantasan buta huruf bukan semata-mata program pemerintah, tapi gerakan seluruh rakyat," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
anies baswedan

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top