Ini Lima Persoalan Lingkungan Sosial Terbesar di Jakarta Versi Qlue

Pada semester pertama 2019 ini, Qlue menerima sekitar 60 ribu laporan, naik 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah laporan yang ditindaklanjuti oleh Pemprov DKI Jakarta mencapai 91%.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 18 September 2019  |  09:48 WIB
Ini Lima Persoalan Lingkungan Sosial Terbesar di Jakarta Versi Qlue
Aplikasi Qlue - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Konsep Jakarta Smart City yang pertama kali diluncurkan pada 2014, tidak lepas dari peran penting Qlue, startup lokal yang berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mengembangkan ekosistem smart city.

Pada semester pertama 2019 ini, Qlue menerima sekitar 60 ribu laporan, naik 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah laporan yang ditindaklanjuti oleh Pemprov DKI Jakarta mencapai 91 persen.

Founder & CEO Qlue Rama Raditya mengatakan saat pertama kali diluncurkan pada Desember 2014, Qlue langsung mendapatkan 15.000 download. Melalui aplikasi ini, setiap warga DKI Jakarta dapat melaporkan segala permasalahan yang ada di lapangan, secara langsung kepada pejabat pemerintah sehingga persoalan tersebut bisa segera diselesaikan.

Selama setahun kolaborasi Qlue dengan Pemprov DKI, titik banjir berkurang dari 8.000 ke 450. Selain itu, jumlah pungutan liar berkurang hingga 45 persen, meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah hingga 87 persen dan mengurangi ratusan ton sampah di DKI Jakarta.

Pada semester pertama 2019 ini, Qlue menerima sekitar 60 ribu laporan, naik 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah laporan yang ditindaklanjuti oleh Pemprov DKI Jakarta mencapai 91 persen.

“Adapun lima besar laporan terdiri dari sampah, iklan liar, parkir liar, tanaman bermasalah, dan potensi banjir. Data ini menunjukkan Qlue masih menjadi andalan bagi warga DKI Jakarta untuk melaporkan berbagai masalah lingkungan di sosial,” ujarnya.

Sukses menerapkan aplikasinya di Jakarta, Qlue saat ini telah berkembang dan digunakan di 15 daerah di Indonesia. Qlue menargetkan akan ada lebih dari 20 daerah di Indonesia pada akhir 2019 yang menggunakan solusi teknologi ini.

Namun, untuk dapat menerapkan konsep smart city, setiap daerah harus memiliki infrastruktur telekomunikasi yang memadai, dukungan penuh dari perangkat pemerintah untuk segera menindaklanjuti pelaporan warga, serta adopsi teknologi yang baik dari masyarakat untuk turut melaporkan kejadian di sekitar mereka.

“Jika tiga faktor tersebut telah tersedia dan sinergi dengan baik, maka konsep smart city dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Qlue sendiri memiliki berbagai solusi untuk menciptakan ekosistem smart city yang memadukan Artificial Intelligence dan Internet of Things (IoT) yang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi biaya operasional perusahaan.

Adapun solusi-solusi yang ditawarkan oleh Qlue untuk penerapan smart city seperti:

QlueVision: CCTV Video Analytics berbasis AI dan IoT yang memiliki kapabilitas face recognition (identifikasi muka), license plate recognition (identifikasi plat nomor), people counting (perhitungan lalu lintas orang), intrusion detection (deteksi gangguan keamanan), vehicle counting (perhitungan lalu lintas kendaraan) dan illegal parking detection (deteksi parkir liar).

QlueSense: Memasang objek dengan berbagai sensor berteknologi kecerdasan buatan dan Internet of Things (IoT) untuk beroperasi secara otomatis, meningkatkan efisiensi dalam mengurangi kemacetan lalu lintas dan mengoptimalkan keamanan dalam mendeteksi gangguan keamanan. QlueSense memiliki dua produk turunan, yaitu:

Dynamic Traffic Control - Pengaturan lampu lalu lintas secara otomatis sesuai dengan intensitas kepadatan kendaraan di persimpangan/situasi jalan.

Voice Guard - Pengeras suara yang ditambahkan dengan teknologi vision to speech, dapat mendeteksi gangguan di ruang privat atau pelanggaran parkir liar dengan memberikan peringatan menggunakan suara kecerdasan buatan, serta memberikan pemberitahuan kepada petugas terdekat.

QlueWork: Aplikasi yang bertujuan untuk mengatur proses kerja (workflow) dan pengaturan penugasan (task management) melalui smartphone sehingga dapat meningkatkan produktivitas karyawan.

QlueDashboard: Dasbor terintegrasi yang dapat memberikan analisis, visualisasi data yang berfungsi sebagai platform pemantauan yang akan berguna bagi para pemangku kepentingan dan pengambilan keputusan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smart city

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top