ANTISIPASI MACET PUNCAK BOGOR : Sistem 2-1 Digabung dengan One Way

Kasatlantas Polres Bogor AKP Adli Amri menyatakan uji coba itu akan digelar oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Polres Bogor dan Pemkab Bogor.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  18:39 WIB
ANTISIPASI MACET PUNCAK BOGOR : Sistem 2-1 Digabung dengan One Way
Sejumlah kendaraan memadati jalur Puncak di Gadog, Bogor, Jawa Barat, Kamis (6/6//2019). Memasuki libur hari kedua Lebaran, wisatawan mulai memadati jalur Puncak Bogor sehingga Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem buka tutup serta pemberlakuan "contraflow" untuk mengurai kemacetan. - Antara

Bisnis.com, CIBINONG - Sistem kanalisasi 2-1 di Jalur Puncak Kabupaten Bogor Jawa Barat akan dikolaborasikan dengan sistem satu arah atau one way pada uji coba yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 7 Desember 2019.

Kasatlantas Polres Bogor AKP Adli Amri menyatakan uji coba itu akan digelar oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Polres Bogor dan Pemkab Bogor.

"Yang menjadi pembeda dengan uji coba pertama adalah, kita tetap memberlakukan one way di pagi hari karena memang arus kendaraan yang naik di hari Sabtu pagi itu lebih banyak," ujarnya seusai rapat bersama di Kantor Polres Bogor, Cibinong Kabupaten Bogor seperti dikutip Antara, Selasa (3/12/2019).

Fadli memaparkan, pada pagi hari mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB Jalur Puncak berlaku one way ke arah atas. Kemudian, pukul 12.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB diberlakukan kanalisasi 2-1, dua lajur arah turun dan satu lajur arah naik.

"Pada persimpangan-persimpangan akan kita rekayasa untuk mengurangi crossing atau perpotongan. Sosialisasi pelaksanaan kegiatan uji coba tersebut akan dilakukan secara masif baik melalui media cetak, media elektronik, maupun media sosial," kata Fadli.

Seperti diketahui, Bupati BogorJawa Barat Ade Yasin membeberkan beberapa catatan setelah melakukan pemantauan secara langsung uji coba sistem kanalisasi 2-1 Jalur Puncak, Kabupaten Bogor.

Pertama, mengenai adanya kepadatan kendaraan di beberapa titik karena adanya penyempitan jalan atau bottleneck. Dia menyebutkan, kepadatan kendaraan terjadi di titik langganan macet seperti Pasar Cisarua, Simpang Taman Safari (TSI), Tanjakan Selarong, dan Simpang Megamendung.

Kedua, yaitu belum tersedianya cerukan angkot. Pada hari pertama uji coba kanalisasi 2-1, tak sedikit angkot berhenti di jalan ketika menunggu penumpang naik, sehingga membuat laju kendaraan lainnya tersendat. "Angkot berhenti di jalan ketika menunggu penumpang naik, membuat stuck kendaraan-kendaraan di belakangnya," bebernya.

Catatannya yang terakhir, arus lalu lintas terganggu para pengendara yang memberhentikan mobilnya saat belanja di pedagang kaki lima (PKL). Pasalnya, terdapat beberapa titik PKL yang tersebar Jalur Puncak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalur puncak, satu arah, one way

Sumber : Antara

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top