Diprediksi Rugi Ratusan Miliar, Fraksi PSI Kritik Rencana Anies Gelar Balap Mobil Formula E

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyindir rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menggelar kegiatan balap mobil listrik Formula E yang akan diadakan pada Juni 2020.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  18:14 WIB
Diprediksi Rugi Ratusan Miliar, Fraksi PSI Kritik Rencana Anies Gelar Balap Mobil Formula E
Laga Formula E di jalanan Brooklyn, New York, AS pada Minggu (14/7/2019). Berbeda dengan ajang Formula 1, balapan ini menggunakan mobil bertenaga listrik dan digelar di jalanan kota. - USA Today Sports via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyindir rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menggelar kegiatan balap mobil listrik Formula E yang akan diadakan pada Juni 2020.

Sekretaris Fraksi PSI Anthony Winza Probowo memberi peringatan terkait kerugian yang akan dialami Pemprov DKI dan PT Jakarta Propertindo. Jakpro diketahui ditugaskan untuk yang akan membantu penyelenggaraan Formula E.

Menurutnya, penyertaan modal daerah (PMD) untuk event Formula E tidak efisien dan berpotensi menggerus modal yang disetor pemerintah kepada Jakpro. Pasalnya, dari proposal yang diberikan oleh Jakpro, kegiatan Formula E diprediksi akan merugikan pemerintah sebesar Rp 296 miliar pada tahun pertama.

"PT Jakpro bahkan menghitung total kerugian finansial selama 5 tahun sebesar Rp 696 miliar. Mohon penjelasan Gubernur," katanya saat membacakan naskah pandangan umum fraksi di Gedung DPRD DKI, Rabu (3/12/2019).

Dia menilai rencana Anies menggelar Formula E seharusnya tidak dilaksanakan karena masih banyak kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi, khususnya di bidang pendidikan.

Dalam proses pembahasan kebijakan umum anggaran - plafon anggaran sementara (KUA-PPAS), PSImencermati nilai anggaran rehab total gedung sekolah terkena pemotongan atau efisiensi dari Rp 2,6 triliun menjadi Rp 1,4 triliun.

Anggaran rehab total gedung sekolah pada tahun 2020 jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan tahun 2017 senilai Rp 1,57 triliun, 2018 sebesar Rp 1,83 triliun, dan 2019 sebesar Rp 1,78 triliun.

"Sementara itu, anggaran untuk event-event mencapai kira-kira Rp 1,5 triliun," katanya di gedung DPRD DKI, Rabu (4/12/2019).

Anggota Komisi C tersebut mengungkapkan puncak dari perencanaan anggaran yang tidak sesuai prioritas, tidak cermat, dan tidak efisien itu terjadi karena adanya event Formula E.

Pertama, PSI tidak mendapat penjelasan bagaimana event Formula E tiba-tiba menjadi program prioritas Gubernur Anies tahun ini. Padahal, gelaran Formula E tidak pernah tercantum dalam Perda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Peraturan Gubernur tentang Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Strategis Daerah (KSD).

Bukan itu saja, Anthony juga menilai tidak ada riset dan bukti empiris yang membuktikan adanya korelasi kuat antara event Formula E dengan meningkatnya penggunaan mobil listrik, khususnya di DKI Jakarta.

"Total anggaran untuk event Formula E sebesar kurang lebih Rp 1,2 triliun. Uang sebesar itu bisa membangun stasiun pengisian daya fast charging sebanyak kurang lebih 1.850 unit berkapasitas 50 kilowatt atau 915 unit berkapasitas 150 kilowatt," jelasnya.

Formula E terkenal sebagai ajang balap mobil listrik yang menggunakan jalanan perkotaan sebagai arena balap. 12 kota di dunia sudah menggelar ajang ini seperti Hong Kong, Roma, Paris, Berlin, New York, dan lainnya.

Adanya Formula E juga dapat dipakai sebagai kampanye kendaraan ramah lingkungan, serta mempromosikan kelebihan-kelebihan mobil listrik, bahwa mobil listrik sekarang sudah bisa dibuat untuk balapan.

Pemprov DKI sudah persiapan pertemuan dengan penyelenggara Formula E sejak tiga bulan lalu. Pertemuan digelar pada 13 Juli 2019, bersamaan dengan putaran final Sesi 6 Formula-E.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Formula E Championship

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top