Banjir, Warga Jakarta Ramai-ramai Mengungsi ke Hotel

Banjir yang merendam sebagian wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Rabu (1/1/2020) memaksa ribuan warga dari kalangan menengah atas mengungsi dari kediamannya.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 02 Januari 2020  |  20:03 WIB
Banjir, Warga Jakarta Ramai-ramai Mengungsi ke Hotel
Suasana mobil taksi Blue Bird yang terendam di pool taksi Kramat Jati, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta, Rabu (1/1/2020). - Antara/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA – Banjir yang merendam sebagian wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Rabu (1/1/2020) memaksa ribuan warga dari kalangan menengah atas mengungsi dari kediamannya.

Alih-alih berdiam diri di lokasi pengungsian di sekitar kediamannya, mereka lebih memilih untuk merogoh koceknya mengungsi ke hotel yang kondisinya tentu lebih nyaman dan kondusif untuk beristirahat.

Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan banjir yang melanda sebagian wilayah Jakarta dan sekitarnya berhasil membuat tingkat keterisian atau okupansi hotel di wilayah tersebut naik.

Usut punya usut, selain warga yang rumahnya terendam banjir, warga yang rumahnya tidak terendam banjir pun tidak sedikit yang ikut mengungsi ke hotel lantaran enggan berdiam diri di rumah dengan kondisi tidak nyaman akibat pemadaman listrik dan terhentinya pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

“Kenaikan okupansi ini berdasarkan informasi terakhir kami hanya terjadi di sekitar daerah terdampak, khususnya di sekitar kawasan hunian [terdampak]. Data pastinya kami belum ada informasi. Akan tetapi, kenaikan tentunya akan paling terasa di hotel budget bukan hotel berbintang empat atau lima,” katanya kepada Bisnis pada Kamis (2/1/2020).

Namun, menurut pria yang akrab disapa Alan itu, kenaikan okupansi hotel di Jakarta dan sekitarnya akibat warga yang mengungsi kemungkinan tidak akan terlalu signfikan. Pasalnya, banjir terjadi di periode di mana sebagian warga Ibu Kota masih berada di luar kota atau luar negeri untuk berlibur.

“Banyak warga Jakarta dan sekitarnya yang masih berlibur. Setelah memastikan tempat tinggalnya aman dari banjir, mereka justru memilih memperpanjang waktu liburan mereka daripada pulang. Mungkin, akan lain ceritanya jika banjir ini terjadi bukan di periode peak season seperti saat ini,” ungkapnya.

Alan menambahkan di beberapa wilayah di Jakarta terdapat beberapa hotel yang okupansinya menurun drastis atau bahkan tidak bisa beroperasi akibat dikepung banjir di antaranya sejumlah hotel yang terendam banjir di Kemang, Jakarta Selatan, yang terpaksa mengevakuasi tamunya menggunakan perahu karet.

“Untuk informasi [hotel] mana saja yang terdampak banjir kami masih menghimpunnya,” ucapnya.

Kenaikan okupansi akibat dari banjir yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya diamini oleh Lenny Julia, Corporate Communications Manager PT Sahid International Hotel Management & Consultant (Sahid Hotels).

Dia menyebutkan sebagian dari tamu di Grand Sahid Jaya Hotel, salah satu hotel milik jaringan Sahid Hotels di Jakarta Pusat itu merupakan warga yang terdampak banjir.

“Tamu korban banjir ada beberapa yang menginap [di Grand Sahid Jaya Hotel] dan okupansi kami selama dua hari terakhir lebih tinggi dibandingkan dengan [periode yang sama] di tahun lalu,” katanya kepada Bisnis.

Sayangnya, Lenny tidak memberikan penjelasan detail mengenai kenaikan okupansi di hotel berbintang lima itu. Namun, menurutnya kenaikan tersebut tidak terlalu signfikan apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019.

“Masih di bawah 80% untuk [okupansi] dua hari terakhir ini di Grand Sahid Jaya Hotel,” ungkapnya.

Menurut Lenny, warga yang memilih mengungsi ke Grand Sahid Jaya Hotel banyak yang melakukan pemesanan dengan cara walk in atau langsung mendatangi hotel tanpa melakukan reservasi terlebih dahulu. Namun, tidak sedikit pula di antaranya memilih untuk melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui online travel agent (OTA) yang menawarkan berbagai promosi hingga kemudahan pembayaran melalui fitur pay later.

Hal senada juga diungkapkan oleh Arie Irwanto, General Manager Kyriad Hotel Fatmawati. Dia menuturkan sebagian dari tamu yang datang menginap ke hotel berbintang tiga di Jakarta Selatan itu merupakan warga yang terdampak banjir.

“Ada impact dari banjir dan mengakibatkan beberapa orang [warga] yang memilih mengungsi di hotel kami. Sehingga ada peningkatan okupansi saat banjir terjadi,” katanya.

Arie mengungkapkan peningkatan okupansi yang terjadi saat banjir melanda ibukota dan sekitarnya tidak begitu signifikan. Menurutnya, peningkatan tersebut tidak lebih dari 30% dari rerata okupansi harian.

“Warga yang mengungsi ini datang langsung melakukan pemesanan ke hotel kami, tetapi ada juga yang [melakukan pemesanan] melalui OTA,” imbuhnya.

Adapun, di Hotel Cosmo Amaroossa Jakarta pada Rabu (1/1) terjadi kenaikan okupansi yang cukup signifikan akibat dari banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya. Ismail Sazali, General Manager Hotel Cosmo Amaroosa Jakarta menyebut pihaknya mencatat ada kenaikan okupansi sampai dengan 70% dari rerata okupansi harian di hari itu.

“Untuk hari Kamis ini (2/1) di Hotel Cosmo Amaroosa Jakarta tidak ada penambahan okupansi yang signifikan disebabkan oleh banjir di Jakarta dan sekitarnya,” katanya kepada Bisnis.

Lebih lanjut, menurut Arie pada Rabu (1/1) jumlah tamu yang datang langsung tanpa melakukan pemesanan jauh lebih banyak dibandingkan dengan tamu yang sudah melakukan pemesanan sebelumnya. Adapun, untuk tamu yang menginap pada Kamis (2/2) tercatat lebih banyak yang melakukan pemesanan melalui OTA.

Adapun, diketahui salah satu OTA di Tanah Air, yaitu Traveloka memberikan promosi khusus bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang terdampak banjir dan ingin mengungsi ke hotel. Traveloka memberikan diskon 10%, atau potongan hingga Rp200.000 untuk pemesanan hotel dengan transaksi minimum Rp300.000 pada 1-2 Januari 2020 dengan periode menginap kapan pun.

“Untuk warga Jakarta dan sekitarnya yang rumahnya sedang terkena banjir, apabila membutuhkan tempat menginap sementara, dapat gunakan kode promo "BANJIRMELIPIR" untuk mendapatkan diskon s.d IDR 200,000 untuk booking hotel di aplikasi Traveloka,” demikian dinyatakan oleh Traveloka melalui akun Twitter resminya @traveloka pada Rabu (1/1).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Banjir Jakarta, phri

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top