Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem, Anies Geser Pompa Portabel ke Pesisir Pantai

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menempatkan lebih banyak pompa portabel ke wilayah pesisir pantai atau Jakarta Utara.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 09 Januari 2020  |  16:21 WIB
Ilustrasi pompa penyedot air - Antara
Ilustrasi pompa penyedot air - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana menempatkan lebih banyak pompa portabel ke wilayah pesisir pantai atau Jakarta Utara.

Hal itu dilakukan menyusul peringatan yang dikeluarkan oleh Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca ekstrem yang diprediksi melanda sebagian wilayah Jakarta dan sekitarnya beberapa hari ke depan.

"Kami akan sediakan pompa portabel atau mobile di sekitar pesisir pantai untuk mengantisipasi banjir rob. Kami kelola air yang akan masuk," katanya di Balai Kota DKI, Kamis (10/1/2020).

Dia menuturkan sudah mendapat informasi tersebut secara langsung dari Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat menghadiri Rapat Koordinasi Penanggulangan Banjir di Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Kawasan (PMK).

Menurut Anies, informasi BMKG harus disebarluaskan bahkan jika perlu diviralkan kepada masyarakat. Dia juga sudah meminta jajarannya mengantisipasi semua kemungkinan buruk yang bakal terjadi.

"Dan seluruh jajaran kita merespons itu. Kami ada satu jalur komunikasi khusus dari BMKG ke BPBD [Badan Penanggulangan Bencana Daerah]. Nanti BPBD disebarkan kepada seluruh SKPD terkait," imbuhnya.

Anies memastikan seluruh SKPD dari tingkat pusat ke kelurahan sudah mengantisipasi peningkatan permukaan air laut sejak beberapa hari lalu.

Dia menambahkan keberadaan pompa mobile di sekitar pesisir untuk membantu bila ternyata muncul rob (air pasang) sehingga bisa dialirkan.

Begitu juga dengan antisipasi hujan deras seperti banjir 1 Januarim

"Antisipasinya, kami bangun pos-pos sampai di level kelurahan. Ada sumber daya manusia yang langsung merespons bila di kelurahan itu mulai terjadi genangan, sehingga baru fase genangan sudah langsung direspons," jelas Anies.

Kepala BPBD Provinsi DKI Jakarta Subejo mengimbau masyarakat waspada adanya potensi banjir mulai 9 Januari 2020 sampai 12 Januari 2020 akibat potensi hujan bersamaan dengan periode pasang air laut.

"Agar tetap waspada dan hati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti angin kencang, genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin," ujar Subejo ketika dikonfirmasi, Rabu (8/1/2020).

Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mulai esok dini hari hingga 10 Januari 2020, seluruh Jakarta berpotensi diguyur hujan sedang-lebat disertai angin kencang dan kilat.

Sementara pada 11 Januari 2020 sampai 12 Januari 2020, curah hujan akan berkurang hingga menjadi intensitas ringan-sedang yang masih mungkin terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Masyarakat perlu mewaspadai hal ini karena pasang naik maksimum hingga 0,6 meter di Teluk Jakarta akan terjadi pada tanggal yang sama. Kondisi ini berpotensi menghambat laju aliran air sungai masuk ke laut.

Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk memantau tinggi muka air dan melaporkan ke masyarakat setiap 3 jam, serta menjamin keberfungsian 474 pompa stasioner dan 122 pompa mobile.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

banjir Pemprov DKI pompa air
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top