Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPBD DKI Ungkap Cara Kerja Toa Peringatan Dini Banjir

"Rp 4,03 milyar untuk DWS sesuai dengan harga yang ada di e-budgeting Pemprov DKI," ujar Kepala Pusat Data dan Komunikasi BPBD DKI, Muhamad Insyaf saat dihubungi, Kamis (16/1/2020).
News Writer
News Writer - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  13:26 WIB
Suasana mobil taksi Blue Bird yang terendam di pool taksi Kramat Jati, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta, Rabu (1/1/2020). - ANTARA / Galih Pradipta
Suasana mobil taksi Blue Bird yang terendam di pool taksi Kramat Jati, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta, Rabu (1/1/2020). - ANTARA / Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta akan menambah alat peringatan dini banjir, yaitu Disaster Warning Sistyem (DWS). Rencananya alat tersebut akan dipasang di enam kelurahan dengan anggaran Rp 4,03 miliar.

"Rp 4,03 milyar untuk DWS sesuai dengan harga yang ada di e-budgeting Pemprov DKI," ujar Kepala Pusat Data dan Komunikasi BPBD DKI, Muhamad Insyaf saat dihubungi, Kamis (16/1/2020).

Insyaf mengatakan DWS tersebut berupa pengeras suara atau toa jarak jauh. Setiap DWS terdiri dari empat pengeras suara yang dipasang di satu tiang mengarah ke empat mata penjuru angin, dengan jarak dengar mencapai hingga 500 meter.

Insyaf menyebutkan DWS tersebut terkoneksi dengan sistem peringatan dini banjir. Menurut dia, saat tinggi muka air bendungan atau pintu air mencapai siaga 3, DWS secara otomatis akan berbunyi sebagai peringatan banjir kepada warga.

"Ini (toa) berbunyi saat pintu air siaga 3, bersamaan dengan peringatan dini yang dikirimkan SMS blast dan WhatsApp grup kelurahan-kelurahan," ujarnya.

Insyaf menambahkan untuk tahun ini DWS akan dibangun di enam kelurahan rawan banjir, yaitu di Bukit Duri, Kebon Baru, Kedaung Kali Angke, Cengkareng Barat, Rawa Terate dan Marunda.

Sedangkan hingga saat ini Pemerintah DKI Jakarta telah memiliki DWS di 14 titik rawan banjir, yaitu di Ulujami, Petogogan, Cipulir, Pengadegan, Cilandak Timur, Pejaten Timur, Rawa Buaya. Lalu di Kapuk, Kembangan Utara, Kampung Melayu, Bidara Cina, Cawang, Cipinang Melayu, dan Kebon Pala.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Banjir Jakarta

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top