Pemprov DKI Anggarkan Pengeras Suara Peringatan Bencana Rp4,3 Miliar, Ini Perinciannya

Pemprov DKI Jakarta menganggarkan Rp4,3 miliar untuk membangun sistem peringatan bencana di APBD 2020.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  16:35 WIB
Pemprov DKI Anggarkan Pengeras Suara Peringatan Bencana Rp4,3 Miliar, Ini Perinciannya
Warga melintas menggunakan perahu saat banjir di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta, Rabu (1/1/2020). - Antara /Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menganggarkan Rp4,3 miliar untuk membangun sistem peringatan bencana di APBD 2020.

Berdasarkan data apbd.jakarta.go.id, kegiatan tersebut masuk dalam Program Pengelolaan Risiko Bencana yang dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Anggaran tersebut meliputi kegiatan Pemeliharaan dan Pengembangan Pusat Data dan Informasi Kebencanaan (DIMS, EWS, Medsos dan Call Center 112).

Alokasi anggaran terbesar digunakan untuk membangun enam set Stasiun Ekspansi Peringatan Dini Bencana Transmisi Vhf Radio senilai Rp3,1 miliar). Adapun, harga satuan dari stasiun peringatan bencana dini masing-masing Rp473 juta.

Selain itu, BPBD DKI berencana membeli alat Disaster Warning System (DWS) seharga Rp165 juta. Bukan itu saja, biaya untuk perawatan DWS dipatok senilai Rp416 juta dan jumlah tenaga ahli untuk pengoperasian sebesar Rp123,6 juta.

Menanggapi anggaran tersebut, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Muhammad Ridwan menjelaskan alat DWS yang dimaksud, yaitu pengeras suara berskala besar.

"Suara yang berasal dari alat tersebut yang dapat didengar dari radius 500 meter," ucapnya ketika dikonfirmasi, Kamis (16/1/2020).

Dia menuturkan empat pengeras suara yang dipasang di tiang tinggi dan terhubung dengan sistem di kantor pusat BPBD DKI Jakarta.

Selain itu, DWS juga dipasang di lokasi rawan banjir yang ada di wilayah Ibu Kota. Peringatan dini yang disiarkan terkait beberapa hal, misalnya informasi ketinggian muka air sungai dan perkiraan datangnya air kiriman dari hulu. Dengan demikian, warga yang tinggal di bantaran sungai bisa mempersiapkan diri datangnya banjir.

"Alat DWS kami gunakan untuk melengkapi informasi peringatan terkoneksi dengan WAG [WhatsApp Group] Camat dan Lurah yang ada di lima wilayah kota," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Banjir Jakarta

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top