Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fenomena 'Hijrah' di Ibu Kota Butuh Dukungan Ekosistem Syariah

Dukungan ekosistem syariah yang baik, diperlukan untuk mengakomodasi masyarakat yang terkena Fenomena 'Hijrah' di kawasan perkotaan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 21 Januari 2020  |  19:28 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Dukungan ekosistem syariah yang baik, diperlukan untuk mengakomodasi masyarakat yang terkena Fenomena 'Hijrah' di kawasan perkotaan.

Ketua Komite Tetap Bidang Keuangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Tito Maulana menjelaskan bahwa ekosistem tersebut akan sangat membantu muslim enthusiast, terutama yang kemudian terjun dalam dunia usaha.

"Jakarta memang bisa menjadi barometer. Karena yang hijrah itu biasanya di perkotaan," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (21/1/2019).

Menurut pria yang baru membentuk komunitas Tajir, yaitu gerakan muamalah kolaboratif para pelaku usaha dan profesional muslim yang hijrah ini, ada tiga hal yang masih dicemaskan para anggotanya.

Yakni keuangan atau pendapatan, pengelolaan keuangan keluarga, dan pendidikan anak. Oleh sebab itu, produk penunjang yang sesuai syariat, pasti akan banyak dipilih oleh para 'pejuang hijrah'

Terlebih, bagi kalangan hijrah yang kerap mengambil jalan ekstrem, misalnya keluar dari pekerjaan. Memulai berwirausaha kerap menjadi pilihan utama.

"Memang pada akhirnya [mayoritas kendala] jadi ada di permodalan. Memang. Tapi kalau kita permodalan itu terakhir. Yang utama itu atitude, ilmu berbisnis dan bermuamalah. Karena memang nggak banyak yang tahu," jelasnya.

"Makanya kita mulai awalnya dengan menggandeng BNI Syariah, untuk memperkenalkan juga produk-produk syariah. Yang untuk permodalan usaha juga. Tapi kita tetap menekankan bahwa modal itu perlu, tapi yang terakhir," ungkapnya.

Menurut Tito, komunitas yang didirikannya lebih menitikberatkan manajemen internal untuk memulai usaha sesuai syariat. Menurutnya, kalau usahanya bagus, akses permodalan itu datang sendiri.

Namun, alangkah lebih baik lagi apabila pemerintah dan seluruh stakeholder mendukung tumbuhnya ekosistem syariah itu sendiri.

"Dengan anggaran besar dan punya banyak BUMD, harusnya bisa tuh, Bank DKI yang Syariah kita genjot, optimalkan. Kadin DKI Jakarta sendiri yang dulu punya peranan menggenjot realisasi adanya unit usaha syariah [di Bank DKI], loh," ungkapnya.

Terpenting, kini yang dibutuhkan adalah membangun 'awareness' buat warga Jakarta. Membina ekosistem syariah harus berawal dari kesadaran masyarakat.

"Pak Anies-Sandi sendiri dulu itu kan berkampanye mau membuat Jakarta sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Ayo, diupayakan lagi, jangan sampai hilang. Usaha mikro-makro harus dirangkul, harus ada edukasi prinsip-prinsip bisnis syariah dan standar-standarnya supaya Jakarta benar-benar bisa jadi pusat ekonomi syariah dunia," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi syariah perkotaan
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top