Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Integrasi CSW, Ladang Pendapatan Nontiket Baru Buat Transjakarta

Integrasi kereta Moda Raya Terpadu dan Bus Transjakarta di simpang Centrale Stichting Wederopbouw atau CSW, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan diharapkan mampu mendorong lini bisnis baru sebagai pendapatan nontiket buat PT Transportasi Jakarta.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  14:37 WIB
Desain rancangan proyek Integrasi CSW, antara Halte Transjakarta Koridor 1 & 13 dengan Stasiun MRT Asean - doc. humas
Desain rancangan proyek Integrasi CSW, antara Halte Transjakarta Koridor 1 & 13 dengan Stasiun MRT Asean - doc. humas

Bisnis.com, JAKARTA - Integrasi kereta Moda Raya Terpadu dan Bus Transjakarta di simpang Centrale Stichting Wederopbouw atau CSW, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan diharapkan mampu mendorong lini bisnis baru sebagai pendapatan nontiket buat PT Transportasi Jakarta.

PT MRT Jakarta dan PT Transportasi Jakarta beserta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sendiri baru saja melaksanakan groundbreaking integrasi fisik bertajuk Cakra Selaras Wahana, Rabu (22/1/2019).

Integrasi kedua Badan Usaha Milik Daerah ini akan menghubungkan Halte Transjakarta Koridor 1 (Blok M-Kota) dan Koridor 13 (Ciledug-Mampang) dengan Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Asean.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono mengungkap bahwa pembangunan ini ditargetkan rampung pada Agustus 2020.

Seluruh pembangunan CSW dianggarkan dengan biaya Rp55 miliar dibagi untuk pembangunan Fase I Rp30 miliar dan Fase II Rp25 miliar. Dana bersumber dari sisa Penyertaan Modal Daerah (PMD) PT Transjakarta yang tercatat tak lagi mengandalkan PMD dari Pemprov DKI sejak 2018.

Menurut Agung pembangunan integrasi ini selain mendorong transportasi publik untuk terus memberikan akses kemudahan bagi lansia, anak-anak, dan disabilitas, juga sebagai ladang pendapatan nonfarebox buat Transjakarta.

"Karena kita tahu juga ke depannya transportasi publik selain mendapat pendapatan dari tiket, dukungan pemerintah melalui public service obligation (Subsidi Transportasi), tapi kita mendorong pendapatan nontiket dihasilkan dari tempat ini," ungkap Agung di sela-sela acara.

Transjakarta akan berkolaborasi dengan PT MRT Jakarta selaku pengelola kawasan transit oriented development (TOD) di sekitar Blok M. Pengembangan kawasan ini juga merupakan buah kerja sama dengan pengelola Blok M PT Langgeng Ayom Lestari (LAL) dengan konsep Built Operate Transfer (BOT).

Selain revitalisasi terminal Blok M, kawasan TOD Blok M-Asean yang akan bertema Green Creative Hub ini berpotensi meningkatkan pengembangan baru hingga 720 ribu m2, Ruang Terbuka Hijau (RTH) hingga 8,5 Ha, ruang terbuka terjangkau 26 area, pertumbuhan populasi penduduk hingga 23.500 jiwa dan Potensi Hunian Terjangkau mencapai 13.180 unit.

Transjakarta berharap nantinya ada pembagian 'jatah' kawasan persewaan retail yang mencapai 15 persen total luas area CSW yang mencapai 3,000 m2 bersama PT MRT Jakarta.

Area komersial bakal dibuka menjadi sejenis coffee shop hingga restoran, dilengkapi toilet, musala, akses difabel berupa lift, dan akses eskalator untuk umum.

"Tahun 2020 target [pendapatan nontiket] sekitar Rp400 miliar. Luar biasa berarti, ya. Tapi kita upayakan itu dari semua, ya [bukan hanya CSW]," ungkap Agung.

Sekadar informasi, Transjakarta memang baru memulai eksplorasi pendapatan nontiket. Tahun lalu, Transjakarta memulainya dengan mengadakan lelang penyediaan periklanan luar ruang di aset-aset dalam bus Transjakarta.

Langkah selanjutnya, Agung berharap sektor usaha juga berminat melirik potensi periklanan dari halte-halte Transjakarta yang telah diperbarui atau dimodifikasi ulang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi metro
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top