MRT Jakarta Targetkan Tiga Capaian Besar di Tahun 2020

PT MRT Jakarta menargetkan 2020 akan menjadi tahun yang ramai capaian besar. Yakni melonjaknya penumpang, laba perusahaan, dan menjadi pionir pengelola Transit Oriented Development (TOD).
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  01:34 WIB
MRT Jakarta Targetkan Tiga Capaian Besar di Tahun 2020
Kereta MRT - Bisnis.com/Andhika

Bisnis.com, JAKARTA - PT MRT Jakarta menargetkan 2020 akan menjadi tahun yang ramai capaian besar. Yakni melonjaknya penumpang, laba perusahaan, dan menjadi pionir pengelola Transit Oriented Development (TOD).

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William P Sabandar menekankan bahwa kenaikan ridership kereta Moda Raya Terpadu (MRT) kelolaannya merupakan hal paling utama.

"Kalau Januari sudah diangka 95.000, Februari naik lagi, maka ridership 100.000 ini kita berharap tercapai di bulan Maret, dan setetusnya konsisten ke atas," ujarnya, Kamis (30/1/2019).

Menurutnya, target penumpang ini bisa tercapai dengan cepat apabila dukungan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seperti kenaikan tarif parkir dan menambah area park and ride.

"Dengan ini harapannya target rata-rata penumpang per hari itu 100.000 tercapai. Jadi, walaupun nanti bisa naik-turun di bulan-bulan tertentu, harapan kita tetap melampaui angka itu," tambahnya.

Kedua, yakni terkait target laba perusahaan. Setelah berhasil meraup laba hingga Rp70 miliar sepanjang 2019, William optimis tahun ini laba perusahaan mencapai lebih dari dua kali lipat.

"Kita punya target Rp200 miliar, ini pun target konservatif kalau bisa Rp300 miliar. Karena Ebtida [earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization] kita sudah Rp400 miliar sekian," ungkapnya.

Menurutnya, ada tiga faktor yang bakal mempengaruhi laba ini. Yang pertama, yakni pendapatan tiket (farebox) dari kenaikan ridership.

Yang kedua, datang dari nonfarebox revenue, terutama dari potensi iklan baru, yakni di pilar-pilar MRT Jakarta elevated. Yang ketiga, yakni penawaran naming rights atau sponsor nama di beberapa stasiun MRT yang belum ternamai.

Capaian ketiga yang akan dibuat MRT yakni pengelolaan TOD di lima stasiun miliknya. Yakni Dukuh Atas 'Poros Transit Internasional', Istora Senayan 'Kolase Aktivitas di Pusat Jakarta', Blok M - ASEAN 'Green Creative Hub', Fatmawati 'Ruang Atas Dinamis', dan Lebak Bulus 'Gerbang Terminus Selatan Jakarta'.

Kini, MRT Jakarta tengah menunggu proses finalisasi dari Pemprov DKI Jakarta dan ditandatangani Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Karena Peraturan Gubernur [Pergub] itu akan mengatur hal-hal teknis. Ada dua. Pergub pemberian kewenangan buat kita mengelola kawasan, dan Pergub panduan rancang kota itu sendiri. Kita masih menunggu," ujarnya.

Sementara itu, dalam proses internalnya, MRT Jakarta tengah mempersiapkan sebuah anak perusahaan yang akan mengurus core business di bidang properti untuk pengelolaan TOD.

William meyakini bahwa MRT Jakarta sanggup menjadi perusahaan pelopor pengelolaan TOD di Indonesia.

Pasalnya, PT MRT Jakarta pun dipercaya pemerintah pusat dan DKI Jakarta, bersama Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Kereta Api Indonesia (Persero) membentuk PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

"MRT Jakarta lewat PT MITJ pun sedang mempersiapkan study kelayakan (Feasibility Study) pengembangan TOD di seluruh stasiun Jabodetabek," ungkapnya.

"Sejalan dengan itu, pemerintah Provinsi DKI, MRT, dan KAI menginginkan adanya quick win. di empat stasiun, yaitu Stasiun Senen, Stasiun Juanda, Stasiun Tanah Abang, dan Stasiun Sudirman yang targetnya selesai pada Maret 2020," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mrt

Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top