Revitalisasi Monas: Pohon Pengganti sudah Ditanam, Kurang 273 Batang

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menanami sejumlah pohon di kawasan Monumen Nasional (Monas) sebagai imbas dari penebangan 191 pohon akibat proyek Revitalisasi Monas
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  18:30 WIB
Revitalisasi Monas: Pohon Pengganti sudah Ditanam, Kurang 273 Batang
Suasana proyek revitalisasi kawasan Monas Jakarta Pusat, Senin (27/1/2020) - Bisnis/Feni Freycinetia

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai menanami sejumlah pohon di kawasan Monumen Nasional (Monas) sebagai imbas dari penebangan 191 pohon akibat proyek Revitalisasi Monas

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengatakan pepohonan itu sudah mulai ditanam sejak Minggu (2/2/2020) sore di sejumlah lokasi di kawasan Monas, berjumlah 300 pohon.

"Sedang dikerjakan per hari Minggu sore sudah ada 300 [pohon] lebih di kawasan monas dan sekitarnya sebagai pohon pengganti," ujar Saefullah, Selasa (4/2/2020).

Namun, sesuai aturan kompensasi penebangan pohon, jika Pemprov menebang 1 pohon, maka harus mengganti tiga kali lipat.

Artinya, total pohon yang harus diganti adalah 573. Pihak Pemprov pun masih memiliki hutang penanaman 273 pohon karena sudah menebang 191 pohon di lokasi itu.

"Karena pemerintah yang minta itu setiap satu pohon wajib diganti tiga kali lipat. satu banding tiga. Kalau masyarakat satu banding 10," ujarnya.

"Pohon yang dipindah ke sisi barat 55 pohon, ke sisi timur 30 pohon. yang tidak bisa dihindari 191. Di berbagai sudut itu. Ini masih proses pergantian dari hari Sabtu kemarin," tambah Saefullah.

Saefullah menjelaskan bahwa pohon-pohon pengganti yang masih kurang bukan hanya akan ditanam di kawasan Monas, namun seluruh wilayah yang mencakup Keputusan Presiden No 25/1995 tentang Pembangunan Kawasan Medan Merdeka Di Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta

Sebelumnya, Revitalisasi Monas menuai polemik akibat penebangan 191 pohon dan dikerjakan oleh kontraktor bermasalah.

Revitalisasi Monas dianggarkan senilai Rp71,3 miliar dan dikerjakan oleh PT Bahana Prima Nusantara sebagai pemenang tender dengan penawaran Rp64,41 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
monas

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top