Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bawang Putih China Disetop Akibat Virus Corona, Tjipinang FS Pastikan Harga di DKI Aman

Hal ini demi menanggapi langkah pemerintah yang memutuskan untuk menghentikan sementara impor komoditi bawang putih dari China sampai masalah virus corona benar-benar tuntas.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 04 Februari 2020  |  19:44 WIB
Pedagang membersihkan bawang putih  - ANTARA/Arnas Padda
Pedagang membersihkan bawang putih - ANTARA/Arnas Padda

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya (Tjipinang FS) Arief Prasetyo Adi mengungkap bahwa pasokan dan harga bawang putih di wilayah DKI Jakarta masih terkendali.

Hal ini demi menanggapi langkah pemerintah yang memutuskan untuk menghentikan sementara impor komoditi bawang putih dari China sampai masalah virus corona benar-benar tuntas.

"Kita masih memiliki pasokan di cold storage kita masih di kisaran 2.000 ton. Sebenarnya ini merupakan persiapan kita sampai kuota impor tahun 2020 dibuka," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (4/2/2020).

Sebelumnya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov DKI ini menerima rekomendasi impor dari Kementerian Pertanian sebanyak 20.000 ton dan memperoleh persetujuan sebanyak 15.000 ton pada 2019, lebih tinggi dibandingkan persetujuan impor pada 2018 sebesar 10.000 ton.

"Sebagai BUMD, fungsi kita menjaga harga tetap stabil. Kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta, PD Pasar Jaya, dan adanya pasar murah yang tersebar di lima kelurahan, InsyaAllah membuat harga bawang putih terkendali," ujarnya.

Arief menegaskan kendati langkah penghentian impor bawang putih China ini tak berpengaruh besar sampai akhir tahun, pihaknya berharap pemerintah cepat mencari solusi dalam memenuhi stabilitas pangan ke depan.

"Karena produsen bawang putih itu bukan China saja, ada juga negara-negara lain. Jadi saya harap dengan manajemen stok yang baik dan data neraca pangan yang terintegrasi di berbagai wilayah, keputusan yang keluar bisa cepat. Jangan sampai kalau benar mau impor keputusannya terlambat, harganya keburu naik dulu nanti," jelasnya.

Sementara itu, Tjipinang FS terus berupaya menjaga kewajiban tanam sebesar 5% dari Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) demi menaati aturan yang ada dan mendukung pasokan bawang putih lokal.

"Untuk bawang putih kita sudah ada 170 hektare di beberapa wilayah seperti Wonosobo, Temanggung, Tegal. Harapannya mampu menjaga pasokan dari produsen lokal," tutup Arief.

Kebutuhan bawah putih di DKI Jakarta sendiri mencapai 100 ton per hari. Tjipinang FS masih bisa mencukupi 15 persen dari kebutuhan DKI Jakarta dengan harga bawang putih yang stabil di kisaran Rp 22.000 hingga Rp 23.000 per kilogram.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bawang Putih virus corona
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top