Respons Laporan Ibu dan Bayi 7 Hari Terjebak Banjir, Basarnas Sisir Lokasi

Warga Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat bernama Sarah Simamora meminta pertolongan melalui akun Twitter @sarsersor, karena dia dan bayinya terjebak banjir.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 23 Februari 2020  |  15:38 WIB
Respons Laporan Ibu dan Bayi 7 Hari Terjebak Banjir, Basarnas Sisir Lokasi
Ilustrasi-Sejumlah petugas membantu evakuasi warga yang terdampak banjir sedalam 1,5 meter di Kelurahan Pajetan Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (5/2/2018). - Antara/Atika Fauziyyah

Bisnis.com, JAKARTA - Tim Badan SAR Nasional sedang mencari lokasi seorang ibu yang mengaku terjebak banjir bersama bayinya.

Di dalam cuitannya, warga yang mengaku tinggal di  Harapan Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat bernama Sarah Simamora meminta pertolongan melalui akun Twitter @sarsersor karena dia dan bayinya terjebak banjir.

"MOHON BANTUANNYA, SAYA TERJEBAK BANJIR DENGAN BAYI SAYA YANG BERUMUR 7 HARI. LOKASI DI PEJUANG HARAPAN INDAH #BANJIR #BANJIRBEKASI #BANJIRPEJUANG #BANJIRHARAPANINDAH," tulisnya, Minggu (23/2/2020) pukul 05.29 WIB.

Komandan Regu Tim SAR Basarnas di wilayah ini, Nyoman menjelaskan pihaknya sudah berada di kawasan Harapan Indah, namun belum menemui keberadaan Sarah dan sang bayi.

"Di sini kita banyak evakuasi. Sedang berjalan, sedang disisir karena banyak permintaan di sini," ujarnya ketika dikonfirmasi Bisnis, Minggu (23/2/2020) siang.

Nyoman menjelaskan pihaknya akan mengutamakan evakuasi berdasarkan permintaan warga prioritas, "Kita evakuasi sesuai dengan permintaan. Kita memang utamakan lansia, ibu-ibu, dan balita."

Kini, pihak Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Bekasi masih akan terus menyisir kawasan Harapan Indah.

Warganet pun banyak yang merespons cuitan akun Sarah Simamora, mereka menanyakan alamat atau keberadaan korban.

Nyoman mengimbau seluruh masyarakat terdampak banjir yang ingin menginformasikan keadaan darurat, ada baiknya meninggalkan nomor telepon yang bisa dihubungi di media sosial atau telepon ke Emergency Call 115 untuk bantuan SAR dan evakuasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
banjir, bekasi

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top