Darurat Corona: Mal Sepi Pengunjung, Pasar Modern Ramai

Berbeda dengan Pondok Indah Mall, manajemen Gandaria City memilih untuk menentukan jam operasional di mal tersebut.
Devi Sri Mulyani, John Andi Oktaveri
Devi Sri Mulyani, John Andi Oktaveri - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  18:05 WIB
Darurat Corona: Mal Sepi Pengunjung, Pasar Modern Ramai
Area pintu masuk Pondok Indah Mall (PIM) di Jakarta Selatan. PIM merupakan salah satu portofolio pusat perbelanjaan yang dikelola PT Metropolitan Kentjana Tbk. - pondokindahgroup.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah mal di DKI Jakarta dan Tangerang Selatan (Tangsel), mulai membatasi waktu operasional karena wabah virus corona Covid-19.

Melalui akun media sosial resminya  @pondokindahmall.pim, Selasa (24/3/2020), menyebut bahwa Pondok Indah Mal akan tetap beroperasi terhitung dari Senin (23/3/2020).

Di tengah wabag Covid-19, pihak manajemen mal membebaskan kepada setiap penyewa untuk menentukan jam operasional masing-masing. 

Hal dimaksud agar karyawan bisa menentukan waktu istirahat untuk membangun daya tahan tubuhn masing-masing. Tidak lupa, pihak manajemen mal berpesan agar tetap melakukan social distancing selama bekerja.

Berbeda dengan Pondok Indah Mall, manajemen Gandaria City memilih untuk menentukan jam operasional di mal tersebut.

Mulai 20 Maret hingga 19 April 2020, Gandari city Mal akan beroperasi pada Senin sampai Jumat pada pukul 11.00 WIB sampai 20.00 WIB, sementara hari Jumat dan Minggu akan beroperasi pada pukul  11.00 WIB sampai 21.00 WIB.

Di Tangsel, Mal WTC Matahari, Sumarecon Mall Serpong (SMS) maupun AEON Mal dan beberapa pusat perbelanjaan lainnya, tetap buka hingga kini meski mulai sepi.

Hanya saja, sesuai imbauan pemerintah, durasi buka pusat perbelanjaan tersebut dikurangi untuk menyesuaikan dengan jumlah pengunjung dan dampak dari penyebran virus corona.

Semua pusat perbelanjaan tersebut juga mewajibkan pengunjung untuk menjalani pemeriksaan suhu tubuh sebelum berbelanja.

Gandaria City Mall/Istimewa

Pengunjung Sepi

Feby, tenaga operator Mal WTC Matahari mengatakan kepada Bisnis bahwa jumlah pegunjung di mal tersebut kian sepi sejak isu virus corona merebak.

Dia memperkirakan sat ini hanya sekitar seperempat hingga separuh pengunjung yang datang ke mal itu dibandingkan hari-hari biasa.

Kendati sepi, katanya, mal tetap melakukan pemeriksaan suhu tubuh pengujung dan melakukan penyemprotan disinfektan untuk keamanan pengunjung dari ancaman wabah tersebut.

Hanya saja, dia mengakui jam kunjungan mal yang berada di jalan Raya Serpong itu dikurangi dari hari biasa. Untuk Senin hingga Kamis mal itu bukan jam 11.00 WIB dan tutup pukul 20.00 WIB. Sedangkan pada akhir pekan, mal ditutup pada pukul 21.00 WIB.

Sebelum virus corona menjadi isu publik di kawasan Tangerang Selatan, mal tersebut bukan jam 10.00 WIB dan tutup pukul 22.00WIB.

Pemberlakuan jam buka-tutup juga sama dengan Sumarecon Mal Serpong.

Ledia, bagian customer service SMS mengakui kondisi pegunjung di mal tesebut sepi, karena menghindari keramaian sebagaimana disosialisasikan oleh Pemkot Tangsel.

Dia juga mengakui jam buka mal itu dibedakan untuk Senin-Kamis dan akhir pekan sebagimana halnya dengan Mal WTC Matahari.

“Sepi mas, tidak seperti hari biasanya,” ujarnya melalui sambungan telepon.  

Pasar Modern di kawasan perumahan BSD City,/istimewa

Pasar Modern

Sementara itu, di Pasar Modern yang berada di kawasan Perumahan BSD City, penyusutan jumlah pengunjung tidak terlalu kentara dari hari-hari biasa.

Pengujung tetap berbelanja karena sebagian besar produk yang dijual adalah kebutuhan harian seperti beras, minyak goreng, mi instan dan sayur-mayur selain daging dan kebutuhan lainnya.

Bahkan sejumkah pengunjung terlihat memborong kebutuan harian mereka karena khawatir dampak virus corona akan berlanjut hingga waktu yang cukup lama sebagaimana diakui pengunjung bernama Mimi Novia Dewi, seorang warga BSD City.

Dia turut memborong kebutuhan harian setidaknya untuk dua pekan ke depan.

Bisa jadi dampak dari berkurangnya pengunjung mal membuat sebagian pengunjung lebih memilih pasar tradisional yang dikema secara modern tersebut. Hanya saja tidak ada pemeriksaan suhu tubuh bagi pengunjung di pasar tersebut seperti di mal.

Sebelumnya Juru bicara satuan gugus tugas penanganan Covid-19 kota Tangerang Selatan Tulus Muladiono mengatakan bahwa korban meninggal dunia akibat virus corona di Tangerang Selatan bertambah dua orang sehingga kini menjadi empat orang. Sedangkan jumlah kasus tercatat 8.

"Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan rutin menjaga kesehatan serta pemeriksaan bila mengalami gejala terkena virus corona,"ujarnya.

Tulus mengatakan Pemkot Tangsel telah melakukan beberapa langkah dalam penanganan kasus yang sudah mewabah ini.

Mulai dari pembatasan kegiatan keramaian dan juga imbauan kepada warga untuk tetap di dalam rumah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mal, Virus Corona

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top