Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

983 Orang Pelanggar PSBB DKI Dihukum Bersih-Bersih Lingkungan  

"Kemudian ada 983 orang yang dihukum melakukan kerja sosial, denda segel untuk tempat usaha atau perusahaan ada 441, dan sebanyak 110 yang lebih memilih terkena denda," ungkap Arifin.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  09:35 WIB
Seorang warga membersihkan sampah setelah dijatuhi hukuman sosial karena tidak mengenakan masker saat terjaring razia penindakan pelanggaran aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Satpol PP di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (15/5/2020). Pemprov DKI Jakarta memberlakukan sanksi sosial terhadap pelanggar PSBB dengan memakaikan rompi bertuliskan pelanggar PSBB sembari membersihkan fasilitas umum. ANTARA FOTO - Indrianto Eko Suwarso
Seorang warga membersihkan sampah setelah dijatuhi hukuman sosial karena tidak mengenakan masker saat terjaring razia penindakan pelanggaran aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Satpol PP di kawasan Kuningan, Jakarta, Jumat (15/5/2020). Pemprov DKI Jakarta memberlakukan sanksi sosial terhadap pelanggar PSBB dengan memakaikan rompi bertuliskan pelanggar PSBB sembari membersihkan fasilitas umum. ANTARA FOTO - Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Arifin mengungkap data hasil penindakan pelanggaran aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah DKI Jakarta.

Arifin mengungkap data terbaru per Senin, (18/5/2020) terdapat 9.580 pelanggaran PSBB di DKI Jakarta dengan kategori Tempat Usaha (3.441), Pabrik (17), Kantor (31), Perorangan (6.091).

Berdasarkan kategori tersebut, teguran tertulis masih menjadi jenis tindakan terbanyak dengan jumlah 8.091.

"Kemudian ada 983 orang yang dihukum melakukan kerja sosial, denda segel untuk tempat usaha atau perusahaan ada 441, dan sebanyak 110 yang lebih memilih terkena denda," ungkap Arifin ketika dikonfirmasi, Selasa (19/5/2020).

Seperti diketahui, kerja sosial merupakan klausul hukuman dalam Peraturan Gubernur No 41/2020 tentang sanksi bagi pelanggar PSBB.

Satpol PP telah mempersiapkan 'kostum' berwarna jingga untuk para pelanggar ketika menjalani hukuman untuk bersih-bersih fasilitas umum. Seperti menyapu jalan, membersihkan taman, atau tempat-tempat umum lain.

Arifin sebelumnya menjelaskan bahwa para pelanggar PSBB perseorangan sebenarnya masih bisa memilih sanksi kerja sosial atau membayar denda.

Misalnya tak menggunakan masker, berkumpul lebih dari lima orang, atau berkendara melebihi kapasitas yang ditentukan oleh PSBB, bisa saja membayar denda yang telah ditentukan Pergub, dan bebas dari sanksi kerja sosial.

"Kan kadang ada orang nggak mau disuruh kerja sosial. Misal saya seorang direktur, merasa punya duit, suruh nyapu di jalanan. 'Ah, saya bayar denda saja'. Ya, denda bayarlah dia," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pemprov DKI Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top