Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Silaturahmi Ramadan Virtual, Anies: Percayalah Kita Bisa Lewati Covid-19

bernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan Ramadan tahun 2020 merupakan momen istimewa, karena walaupun di rumah saja tetap bisa silaturahmi secara virtual, dan dia optimistis bisa melalui pandemi Covid-19.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  12:20 WIB
Lebaran dan silaturahmi via virtual di Jakarta. - Instagram@aniesbaswedan
Lebaran dan silaturahmi via virtual di Jakarta. - Instagram@aniesbaswedan

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan Ramadan tahun 2020 merupakan momen istimewa, karena walaupun di rumah saja tetap bisa silaturahmi secara virtual, dan dia optimistis bisa melalui pandemi Covid-19.

Anies menyampaikan hal itu lewat akun Instagram @aniesbaswedan. Menurut dia, di era digital saat ini jarak tidak menjadi pembatas silaturahmi, karena bisa dilakukan secara virtual.

Pandemi Covid-19 menurut Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, masih berstatus bencana nasional nonalam.

Presiden Jokowi menetapkan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 Tentang Penetapan Status Bencana Nonalam COVID-19 sebagai Bencana Nasional pada 13 April 2020.

“Secara otomatis, status keadaan darurat bencana menyesuaikan dengan Keputusan Presiden 12 Tahun 2020. Selama keppres tersebut belum diakhiri, maka status kebencanaan masih berlaku,” ujarnya.

Dia menuturkan status keadaan darurat itu bergantung pada dua indikator utama yang disebutkan dalam keppres tersebut.

Pertama, dia menerangkan, penyebaran virus SARS-CoV-2 yang masih terjadi dan menimbulkan korban jiwa, kerugian harta benda, meluasnya cakupan wilayah terdampak dan implikasi pada aspek sosial-ekonomi.

Kedua, terkait dengan status global pandemik yang ditetapkan Badan PBB untuk Kesehatan Dunia, WHO, sejak 11 Maret 2020 lalu.

“Selama pandemi global belum berakhir dan vaksin serta obatnya belum ditemukan, maka masih diperlukan penetapan status bencana nasional untuk Covid-19. Selama WHO belum mencabut penetapan tersebut, selama itu juga status pandemi tetap ada,” kata Doni.

Mudik Lebaran pun tidak dianjurkan, karena berisiko tinggi membawa dan atau terpapar virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 ini, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pun dilakukan di 4 provinsi, dan 26 kabupaten/kota.

“Ramadan tahun ini memang sangat istimewa. Walaupun di rumah saja tapi harus disyukuri dan tetap bahagia. Lebih banyak waktu di rumah, bisa lebih dekat dengan keluarga dan fokus ibadah. Percayalah kita pasti bisa melewati ini semua. Di era digital, silaturahmi bisa lewat virtual. Tunda mudik dulu ya! Demi kebaikan kita bersama,” tulis Anies.

Kasus Covid-19 di Jakarta per Kamis (21/5/2020), sebanyak 6.220 kasus, pasien sembuh 1.536 orang, pasien meninggal 498 orang, dan pasien dirawat 1.955 orang.

Secara nasional, kasus Covid-19 sebanyak 20/162 orang, pasien sembuh 4.838 orang, pasien meninggal 1.278 orang, dan pasien dirawat 14.046 orang.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top