Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sepekan Ganjil Genap, Dishub DKI Jaring 1.062 Pelanggar

Dishub DKI Jakarta memantau masyarakat belum menunjukkan pergerakkan untuk beralih ke moda transportasi umum ketika kebijakan Ganjil Genap sudah berlangsung sepekan terakhir di tengah Pembetasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase I.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  10:24 WIB
Petugas Ditlantas Polda Metro Jaya memberhentikan mobil berpelat nomor genap yang memasuki Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (1/8/2018). - ANTARA/Hafidz Mubarak A
Petugas Ditlantas Polda Metro Jaya memberhentikan mobil berpelat nomor genap yang memasuki Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (1/8/2018). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menjaring setidaknya 1.062 pelanggar kebijakan ganjil genap hingga Senin (10/8/2020).

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya mendapatkan 619 pelanggar melalui tilang manual. Dan sisanya, 443 pelanggar dijaring melalui tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE).

Dishub DKI Jakarta memantau masyarakat belum menunjukkan pergerakkan untuk beralih ke moda transportasi umum ketika kebijakan Ganjil Genap sudah berlangsung sepekan terakhir di tengah Pembetasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase I.

“Sampai saat ini dari pantauan kami, masyarakat tidak beralih ke angkutan umum karena tujuan kita melakukan pembatasan ini sebagai instrumen pengendalian pergerakan orang di tengah-tengah pandemi Covid-19 khususnya pelaksanaan PSBB masa transisi,” kata Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo melalui sambungan telepon pada Senin (10/8/2020).

Kendati demikian, Syafrin menegaskan, kesimpulan itu masih terlalu awal karena pada pekan pertama kebijakan ganjil genap masih berada pada tahapan sosialisasi.

“Tetapi Minggu [depan] baru kita dapatkan data riilnya setelah dilakukan penegakkan hukum terhadap pelanggar ganjil genap,” ujarnya.

Dia mengingatkan tujuan dari kebijakan ganjil genap di tengah PSBB transisi untuk menjadi instrumen pengendalian pergerakan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Agar, menurut dia, mobilitas warga tidak tinggi.

“Sehingga tidak terjadi kerumunan-kerumunan atau keramaian pada pusat-pusat kegiatan yang kita harapkan di sana pun tetap menerapkan prinsip-prinsip protokol kesehatan,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ganjil genap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top