Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Masih Single, Sebaiknya Pilih Asuransi Kesehatan atau Asuransi Jiwa?

Asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa sama-sama memberikan manfaat bagi para single.
Media Digital
Media Digital - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  13:22 WIB
Karyawan melintasi logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Jakarta, Selasa (11/02/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintasi logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Jakarta, Selasa (11/02/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Memilih jenis asuransi yang tepat kerap menjadi masalah yang cukup membingungkan bagi para lajang atau single yang sudah berpenghasilan tetap. Pendapat yang diberikan oleh orang-orang di sekitar mereka malah kadang makin menyulitkan mereka untuk menjatuhkan pilihan. Sebab, sebagian berpendapat bahwa asuransi kesehatan sebaiknya diutamakan, sedangkan sebagian lainnya menilai asuransi jiwa lebih penting.

Sebenarnya, baik asuransi kesehatan maupun asuransi jiwa sama-sama memberikan manfaat bagi para single. Namun, sama-sama bermanfaat bukan berarti tidak berbeda.

Tentunya, pemahaman yang lebih mendalam diperlukan oleh para single agar dapat mengalokasikan sebagian pendapatannya secara optimal pada asuransi yang tepat. Nah, sebelum menjatuhkan pilihan, sebaiknya mari simak dahulu ulasan soal kedua asuransi tersebut menurut Lifepal.co.id.

Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan adalah asuransi yang memberikan perlindungan kepada nasabah dari kerugian finansial akibat risiko penyakit dengan cara memberikan penggantian biaya pengobatan maupun perawatan.

Bukan hanya perlindungan atas risiko penyakit, asuransi kesehatan juga memberikan manfaat untuk menanggung biaya rawat gigi, pemeriksaan dan perawatan kehamilan, serta risiko kesehatan lainnya.

Asuransi kesehatan juga amat beragam jenisnya. Dari sisi sistem klaim atau penggantian biayanya, ada yang sistem cashless, dan ada pula yang sistem cash reimbursement.

Ada pula asuransi kesehatan yang hanya memberikan manfaat rawat inap saja, dan tidak memberikan manfaat rawat jalan. Tentu, kedua manfaat tersebut bisa didapatkan sekaligus dengan premi yang lebih tinggi.

Selain itu, dapat dengan mudah pula ditemukan, asuransi kesehatan yang sifatnya hanya sebagai tambahan dari asuransi jiwa unit link. Perlu dicatat, asuransi kesehatan seperti ini hanya memberikan manfaat yang amat kecil ketimbang asuransi kesehatan murni.

Asuransi Jiwa

Sesuai dengan namanya, asuransi jiwa merupakan asuransi yang memberikan manfaat berupa perlindungan atas kerugian finansial keluarga, jika sang nasabah meninggal dunia, maupun cacat tetap dan total.

Asuransi jiwa akan memberikan uang santunan kepada ahli waris untuk menggantikan sumber penghasilan keluarga yang hilang akibat kepergian nasabah, atau ketidakmampuan nasabah untuk melanjutkan mencari nafkah akibat cacat tetap dan total.

Asuransi jiwa ada empat jenisnya. Yang pertama adalah asuransi jiwa berjangka (term life), yakni asuransi jiwa yang memberikan pertanggungan hanya dalam jangka waktu tertentu, misal 5, 10, 20 dan 30 tahun.

Kedua, ada asuransi jiwa seumur hidup (whole life), yakni asuransi jiwa yang memberikan proteksi sepanjang masa hidup nasabah. Pada umumnya, usia yang ditanggung hingga 99 atau 100 tahun.

Ketiga, asuransi jiwa unit link, yakni produk yang memberi perlindungan jiwa dengan tambahan manfaat investasi dan sedikit manfaat asuransi kesehatan. Premi yang kita bayarkan sebagian untuk premi asuransi jiwa, investasi, dan sisanya untuk premi asuransi kesehatan.

Sementara itu, yang terakhir atau keempat, ada asuransi jiwa dwiguna, yang memberikan perlindungan jiwa ditambah manfaat berupa tabungan. Jadi, premi akan dialokasikan untuk tabungan dan biaya asuransi jiwa.

Jadi, pilih asuransi kesehatan atau asuransi jiwa?

Membaca ulasan di atas, tentunya kita sepakat jika keduanya sama pentingnya. Tapi, kembali lagi, untuk kita yang masih single, manakah yang paling tepat?

Asuransi kesehatan akan sangat membantu meringankan atau bahkan meniadakan beban finansial atas biaya pengobatan dan perawatan saat kita sakit. Asuransi kesehatan dapat dipakai hingga beberapa kali dan tentunya melindungi uang kita yang diperuntukan bagi tujuan keuangan lainnya.

Asuransi jiwa tak kalah penting, karena semua manusia pasti meninggal dunia dan kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Beberapa asuransi jiwa meng-cover biaya pengobatan penyakit yang diderita sebelum meninggal dunia dan memberikan uang pertanggungan untuk keluarga apabila kita meninggal dunia.

Sama-sama penting, tapi bagaimana jika pendapatan kita saat ini hanya cukup untuk salah satunya saja? Mana yang sebaiknya dipilih? Simak sejumlah poin berikut untuk menentukan pilihan.

1. Hitung dana yang dapat dialokasikan untuk asuransi

Buatlah anggaran bulanan untuk menghitung pemasukan dan pengeluaran bulanan, lalu pertimbangkan berapa banyak dana yang dapat kita gunakan untuk membayar premi asuransi. Selain asuransi, jangan lupa, sisihkan pula untuk dana darurat dan investasi.

Harga premi asuransi berbeda-beda, tergantung pada nilai pertanggungannya. Pada umumnya, harga premi asuransi kesehatan lebih besar daripada asuransi jiwa. Oleh karena itu, perhitungkan baik-baik dana untuk asuransi ini.

2. Sudah punya dana darurat?

Dana darurat perlu dimiliki untuk digunakan dalam kondisi darurat. Jika belum memiliki dana darurat atau belum cukup, utamakan dulu untuk mengumpulkannya terlebih dahulu. Idealnya, untuk seorang yang masih single, pastikan ada dana tunai sebesar minimal tiga kali pengeluaran bulanan kita.

Lantas, apakah jika sudah memiliki dana darurat, kita tidak perlu memiliki asuransi? Bukan. Ketersediaan dana darurat bisa membantu kita menentukan, mana yang lebih kita butuhkan, asuransi kesehatan atau asuransi jiwa?

Sebab, dana darurat juga dapat digunakan untuk biaya pengobatan apabila kita sakit.

3. Apakah kita tipe orang yang mudah sakit atau sering diopname di rumah sakit?

Pertanyaan ini juga harus kita jawab. Apabila dalam kurun waktu lima tahun terakhir kita memiliki riwayat sakit yang membutuhkan biaya pengobatan besar atau bahkan rawat inap di rumah sakit beberapa kali, maka kita lebih butuh asuransi kesehatan.

Namun, berbeda halnya jika yang kita rasakan adalah sebaliknya, yakni bahwa kita terbilang jarang sakit apalagi dirawat di rumah sakit, tentunya asuransi jiwa dengan paket pertanggungan penyakit kritis jadi pilihan paling cocok untuk kita.

Bagi Anda yang masih single, usai membaca artikel ini tentu jadi lebih paham bagaimana harus memilih di antara asuransi kesehatan atau asuransi jiwa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi
Editor : Media Digital

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top