Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tingkat Keterisian Ruang ICU di DKI Jakarta Capai 83 Persen

Kapasitas tempat tidur di ICU di DKI Jakarta untuk penanganan wabah virus Corona atua COvid-19 mencapai 594 unit per 13 September 2020.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 15 September 2020  |  17:46 WIB
Seorang dokter mengoperasikan alat bantu pernapasan di ruang ICU Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). - Antara
Seorang dokter mengoperasikan alat bantu pernapasan di ruang ICU Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat keterisian atau keterpakaian tempat tidur ICU bagi pasien kritis terkonfirmasi positif Covid-19 sudah menyentuh angka di kisaran 83 persen dari kapasitas tempat tidur sebanyak 594 per 13 September 2020.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia menuturkan kapasitas tempat tidur tersedia itu tersebar di 67 rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di DKI Jakarta.

“Dari jumlah tempat tidur isolasi sebanyak 4.254 di 67 rumah sakit rujukan, hingga 13 September, persentase keterpakaiannya sebesar 75 persen,” kata Dwi melalui keterangan resmi, Selasa (15/9/2020).

Untuk jumlah kasus aktif virus Corona, menurut Dwi, sampai saat ini sebanyak 12.179 orang tengah dirawat di rumah sakit rujukan atau menjalani isolasi secara mandiri.

“Jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 56.953 kasus. Dari jumlah tersebut, total 43.306 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 76 persen, dan total 1.468 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,6 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 4,1 persen,” ujarnya.

Dia mengatakan persentase kasus terkonfirmasi positif atau positivity rate di DKI Jakarta sepekan terakhir sebesar 13,4 persen.Kendati demikian, persentase kasus terkonfirmasi positif secara total sebesar 7,4 persen.

Pemerintah mendapat dukungan dari sejumlah jejaring perhotelan guna meningkatkan kapasitas ruang isolasi mandiri pasien Covid-19 tanpa gejala.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan bahwa sebanyak 10-15 hotel bintang 2 dan 3 di Jakarta siap digunakan untuk isolasi mandiri pasien Covid tanpa gejala dengan kapasitas 1.500 kamar atau mampu menampung hingga 3.000 orang.

"Ini bekerja sama dengan jaringan grup Hotel Accor, Ibis, Novotel, Tauzia Hotel seperti [hotel] Harris dan yang lainnya," kata Menkes Terawan dalam konferensi pers, Senin (17/9/2020).

Di Jakarta, kini Pemerintah Provinsi memberlakukan larangan isolasi mandiri di rumah bagi pasien positif Covid-19 demi menghindari munculnya klaster rumah. Pasien akan dibawa ke Wisma Atlet Kemayoran, hotel, penginapan, atau tempat lain yang ditunjuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Lebih lanjut, ujar Terawan, jejaring hotel tersebut telah berkomitmen untuk bersedia menambah 15 hingga 30 hotel jika diperlukan, termasuk yang berlokasi di luar Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top