Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kasus Perkantoran di Jakarta Turun, Tapi Klaster Covid-19 Keluarga Meningkat

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan terjadi penurunan proporsi penemuan kasus konfirmasi positif Covid-19 pada klaster perkantoran selama satu pekan terakhir.
Ini Cara Agar Tidak Menambah Pasien Positif di Klaster Perkantoran
Ini Cara Agar Tidak Menambah Pasien Positif di Klaster Perkantoran

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membeberkan terjadi penurunan proporsi penemuan kasus konfirmasi positif Covid-19 pada klaster perkantoran selama satu pekan terakhir.

Hanya saja, Anies mengatakan, terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang signifikan pada klaster keluarga atau pemukiman.

“Terjadi penurunan proporsi penemuan kasus pada klaster perkantoran selama satu minggu terakhir. Akan tetapi, terjadi peningkatan penemuan kasus pada klaster keluarga atau pemukiman. Kepatuhan protokol kesehatan di lingkungan rumah dan penguatan RT,RW dan kader diperlukan,” kata Anies melalui keterangan resmi pada Minggu (11/10/2020).

Di sisi lain, dia mengatatakan, pergerakan penduduk semenjak PSBB ketat terlihat menurun signifikan pada tempat rekreasi, taman, dan perumahan. Sedangkan pada pasar, kantor dan pabrik, serta transportasi publik sempat menurun, namun kembali naik pada satu pekan terakhir.

Kendati demikian, dia mengklaim adanya pelambatan kenaikan kasus positif dan kasus aktif Covid-19 selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat sejak 14 September 2020 lalu.

Atas pertimbangan itu, Anies memutuskan untuk kembali memperlonggar pemberlakuan PSBB menuju masa transisi selama dua pekan mendatang mulai dari 12 hingga 25 Oktober 2020.

Anies membeberkan pelandaian pertambahan kasus harian sejak pengetatan PSBB tampak pada grafik kasus onset dan juga pada nilai Rt atau reproduksi virusnya.

Berdasarkan data yang disusun FKM UI, nilai Rt Jakarta adalah 1,14 pada awal September dan saat ini berkurang menjadi 1,07. Artinya, saat ini 100 orang berpotensi menularkan virus kepada 107 orang lainnya.

“Pada periode 26 September sampai 9 Oktober 2020, kembali terjadi penurunan dari kondisi 14 hari sebelumnya, di mana jumlah kasus positif meningkat 22 persen atau sebanyak 15.437 kasus, dibanding sebelumnya meningkat 31 persen atau sebanyak 16.606 kasus. Sedangkan, kasus aktif meningkat hanya 3,81 persen atau sebanyak 492 kasus, dibanding sebelumnya meningkat 9,08 persen atau 1.074 kasus,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Sutarno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper