Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jakarta PSBB Transisi, Angka RT Covid-19 Meningkat ke 1,06

Hasil skor Rt tersebut menunjukkan peningkatan kembali sebagaimana data bulan Oktober.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 23 November 2020  |  05:35 WIB
Sejumlah petugas tenaga kesehatan bersiap untuk didekontaminasi usai bertugas di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Kamis (12/11/2020). - Antara
Sejumlah petugas tenaga kesehatan bersiap untuk didekontaminasi usai bertugas di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Kamis (12/11/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatan nilai reproduksi efektif (Rt) yang menjadi indikasi tingkat penularan Covid-19 di masyarakat menunjukkan skor 1,06 per 21 November 2020.

Angka tersebut meningkat dari skor Rt pada pekan sebelumnya, yaitu 1,03 (31/10); 1,04 (7/11); dan 1,05 (14/11).

Hasil skor Rt tersebut menunjukkan peningkatan kembali sebagaimana data bulan Oktober yaitu skor 1,06 pada 12 Oktober 2020 dan 1,05 pada 24 Oktober 2020.

"Berdasarkan data dari FKM UI, kita melihat terjadi stagnansi bahkan penurunan kedisiplinan masyarakat dalam perilaku 3M. Data tersebut sesungguhnya sejalan dengan data peningkatan kasus harian di DKI Jakarta, “ kata Anies, Minggu (22/11/2020).

Disebutkan, jika penggunaan masker dengan benar meningkat, disiplin menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta ditambah sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, maka penularan akan menurun dan dampaknya kasus juga akan bisa ditekan.

“Ini adalah ikhtiar bersama. Masyarakat disiplin 3M, kami di pemerintah akan terus menggalakan 3T yaitu testing, tracing, dan treatment," tambah Anies.

Berdasarkan analisis data dari tim FKM UI, nilai Rt tersebut kemudian dibandingkan dengan estimasi kasus baru (onset) dan persentase masyarakat yang berada di rumah (mengurangi mobilitas). Hasilnya menunjukkan bahwa ersentase penduduk yang berada di rumah mulai menurun sejak Oktober dan kini stabil berada di kisaran 45 persen.

Estimasi kasus baru (onset) juga menunjukkan penurunan signfikan pada bulan Oktober, namun mulai meningkat di awal bulan November. Estimasi kasus baru  merupakan pengukuran epidemiologi berdasarkan waktu pertama kali kasus positif mengalami gejala, bukan waktu pelaporan positif kasus konfirmasi positif dari hasil uji laboratorium.

Selain itu, penilaian berdasarkan indikator pengendalian Covid-19 dari FKM UI menunjukkan peningkatan 5 poin dari skor 63 pada 15 November 2020 menjadi 68 pada 21 November 2020.

Peningkatan tersebut salah satunya dikarenakan penurunan rata-rata positivity rate yang sebelumnya lebih dari 10 persen menjadi di antara 5-10 persen dalam sepekan terakhir. Selain itu, jumlah kegiatan tes PCR juga mengalami peningkatan signifikan yang akhirnya membuat penilaian dari FKM UI menunjukkan perbaikan.

Skor 68 per 21 November 2020 tersebut juga menunjukkan perbaikan signifikan bila dibandingkan skor-skor sebelumnya, yaitu 60 (18/10), 64 (24/10), 67 (1/11), 63 (8/11), dan 63 (15/11).

Pemprov DKI Jakarta akan terus mengupayakan agar berbagai indikator pengendalian Covid-19 terus membaik dengan penegakan aturan hukum dan kegiatan 3T secara masif.

Pemprov DKI Jakarta kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif selama 14 hari, terhitung tanggal 23 November sampai dengan 6 Desember 2020 sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid-19.

Perpanjangan PSBB Masa Transisi ini berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1100 Tahun 2020 yang menegaskan apabila tidak terjadi peningkatan kasus Covid-19 secara signifikan, PSBB masa transisi akan diperpanjang secara otomatis selama dua pekan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anies baswedan Covid-19 Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top