Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dinkes DKI Sebut Alokasi Vaksin Sinovac Dari Pemerintah Pusat Masih Kurang

Dinkes DKI Jakarta telah melakukan pendistribusian vaksin sejak Selasa (12/1/2021) ke 488 fasilitas kesehatan yang tersebar di lima wilayah kota dan satu kabupaten.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  19:29 WIB
Seorang pasien menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19 saat simulasi pemberian vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Kelurahan Cilincing I, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Seorang pasien menunjukkan kartu vaksinasi Covid-19 saat simulasi pemberian vaksin Covid-19 Sinovac di Puskesmas Kelurahan Cilincing I, Jakarta, Selasa (12/1/2021). ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan alokasi vaksin Covid-19 buatan Sinovac dari pemerintah pusat masih kurang. Alasannya, target penerima vaksin Covid-19 dari tenaga kesehatan di DKI Jakarta tercatat sebanyak 131 ribu orang.

“Total hingga 11 Januari 2020, kami telah menerima 120.040 vial. Vaksin tersebut hanya untuk 60.000 nakes, dan jumlah tersebut masih kurang karena data nakes dan penunjang di DKI Jakarta yang tercatat sebanyak 131.000 orang, berdasarkan data SI-SDMK per tanggal 11 Januari 2021,” kata Widyastuti dalam keterangan pers virtual pada Kamis (14/1/2021).

Widyastuti menuturkan Dinkes Provinsi DKI Jakarta telah menerima Vaksin Sinovac dari PT Biofarma sejak 4 Januari 2021 sebanyak 39.200 vial, lalu tanggal 7 Januari sebanyak 39.200 vial, dan pada 11 Januari sebanyak 41.640 vial, yang disimpan di Cold Room Gudang Vaksin Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

“Sesuai alokasi dari pusat sasaran SDM Kesehatan untuk vaksinasi Covid-19 Tahap 1 adalah berjumlah 131.000 orang di seluruh fasyankes di DKI Jakarta berdasarkan data di website SI-SDMK per tanggal 11 Januari 2021. Namun data tersebut bersifat dinamis,” kata dia.

Di sisi lain, dia menambahkan, Dinkes DKI Jakarta telah melakukan pendistribusian vaksin sejak Selasa (12/1/2021) ke 488 fasilitas kesehatan yang tersebar di lima wilayah kota dan satu kabupaten.

"Kami sudah melakukan simulasi distribusi logistik dan simulasi alur pelaksanaan vaksin di faskes bersama Sudinkes, Puskesmas, dan BPJS Kesehatan. Terdapat 488 faskes di DKI Jakarta yang telah didaftarkan P-Care BPJS sebagai pelaksana imunisasi Covid-19, sesuai persyaratan yang telah ditetapkan,” kata dia.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta bakal memberi vaksin Covid-19 buatan Sinovac perdana kepada 21 tokoh masyarakat di wilayah Ibu Kota pada Jumat (15/1/2021), pukul 08.WIB. Agenda itu sekaligus menjadi langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin Covid-19 tersebut aman untuk digunakan.

Hanya saja, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama dengan wakilnya Ahmad Riza Patria dipastikan tidak bakal menerima vaksin buatan sinovac tersebut. Alasannya, kedua pimpinan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut sempat terinfeksi Covid-19 pada akhir tahun 2020.

“Seorang penyintas menurut instrumen kementerian kesehatan tidak termasuk dalam kelompok sasaran. Karena pak gubernur dan wakil gubernur pernah terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga pada kesempatan ini bukan pada sasaran vaksinasi,” kata dia.

Di sisi lain, dia megimbuhkan, 21 tokoh yang bakal disuntik vaksin perdana berasal dari kelompok pejabat publik, organisasi profesi tenaga kesehatan dan juga tokoh masyakat lainnya seperti pemuka agama.

“Karena pak gubernur dan wakil gubernur penyintas tentu kami berharap nanti dari Bu Sekda dari unsur deputi, wali kota ada yang akan siap dilakukan penyuntikan,” kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top