Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ratusan Gardu Listrik Terdampak Banjir DKI Jakarta Sudah Menyala

Ratusan ribu pelanggan PLN kini sudah dapat kembali menikmati aliran listrik.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 21 Februari 2021  |  12:52 WIB
Petugas Area Pelaksana Pemeliharaan (APP) Cawang PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Barat melakukan pemeriksaan rutin panel di Gardu Induk 150 KV Mampang Dua, Jakarta. - Antara
Petugas Area Pelaksana Pemeliharaan (APP) Cawang PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Barat melakukan pemeriksaan rutin panel di Gardu Induk 150 KV Mampang Dua, Jakarta. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) terus melakukan pemulihan listrik di wilayah DKI Jakarta yang terdampak banjir.

Sampai dengan Minggu (21/2/2021) pukul 11.00 WIB, sebanyak 387 atau 77 persen gardu terdampak banjir telah menyala kembali. Posisi itu bertambah dari 192 gardu pada Sabtu (20/2/2020) malam.

Dengan demikian, total 119.000 pelanggan kini bisa menikmati aliran listrik kembali.

Di sisi lain, Perusahaan Listrik Negara (PLN) melaporkan gardu yang terdampak banjir juga bertambah dari 454 pada Sabtu (20/2/2021) menjadi 500 pada Minggu (21/2/2021).

Namun dari sisi gardu yang terdampak banjir juga mengalami peningkatan, yaitu sebelumnya 454 gardu pada Sabtu (20/2/2021) malam menjadi 500 pada Minggu (21/2/2021). Terdapat kondisi yang menyebabkan listrik dinonaktivkan yakni apabila rumah warga terendam, jaringan listrik PLN terendam, atau keduanya terendam.

“Bagi gardu yang daerah aliran listriknya sudah tidak ada genangan tentu langsung kami periksa dan bersihkan dan jika sudah dinyatakan aman oleh kedua belah pihak baru akan kami aktifkan kembali aliran listriknya,” tutur General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya Doddy B. Pangaribuan melalui siaran pers, Minggu (21/2/2021).

PLN akan melakukan pemulihan listrik di lokasi terdampak banjir apabila semua jaringan listrik baik di sisi warga maupun perseroan sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik. Selain itu, kedua belah pihak yaitu PLN dan tokoh masyarakat menandatangani berita acara penyalaan listrik.

PLN mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan ketika musim hujan dan terjadi banjir. Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari mini circuit breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya, warga bisa menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123.

PLN juga mengajak pelanggan untuk melakukan catat meter mandiri melalui aplikasi PLN Mobile. Pelanggan tinggal mengunggah foto meteran listrik pada tanggal 24-27 setiap bulannya. Kemudian, pada tanggal 1 bulan berikutnya akan keluar tagihan berdasarkan angka meteran yang dilaporkan.

Fitur SwaCAM membuat pencatatan meter listrik lebih praktis, karena tidak perlu menunggu petugas datang ke rumah setiap bulannya. Adanya SwaCAM membuat proses penagihan listrik menjadi semakin transparan karena pelanggan sendiri yang memberikan laporan pemakaian listrik.

Adapun wilayah yang masih terdampak banjir, yaitu:

Jakarta Timur : Cipinang, Pinang Ranti, Kampung Makasar, Cipayung, Kampung Rambutan dan sekitarnya.

Jakarta Selatan : Fatmawati, Kemang, Pejaten, Warung Buncit, Kalibata, Petukangan, Pondok Kacang, Kuningan dan sekitarnya.

Jakarta Pusat : Karet Tengsing dan sekitarnya.

Jakarta Barat : Green Garden, Kedoya, Kembangan, Puri Indah dan sekitarnya.

Bekasi : Bintara, Jatiasih, Kalimalang, Pondok Gede, Jatibening dan sekitarnya.

Tangerang : Ciledug dan sekitarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN listrik Jakarta BUMN banjir Banjir Jakarta
Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top