Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Graha Laras Sentul Lengkapi Fasilitas dengan Masjid & Area Komersial

Fasilitas di Graha Laras Sentul yang berlokasi di Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terus dilengkapi, ditandai dengan pembangunan masjid dan area komersial.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 29 September 2021  |  21:59 WIB
Launching area komersial di Perumahan Graha Laras Sentul di Bogor, Jawa Barat. Dari kiri ke kanan Camat Sukaraja Kabupaten Bogor Makmun Nawawi, Direktur Commercial & Lending Bank BTN Hirwandi Gafar, dan Direktur Utama PT Kesuma Agung Selaras I Wayan Madik Kesuma. - Istimewa
Launching area komersial di Perumahan Graha Laras Sentul di Bogor, Jawa Barat. Dari kiri ke kanan Camat Sukaraja Kabupaten Bogor Makmun Nawawi, Direktur Commercial & Lending Bank BTN Hirwandi Gafar, dan Direktur Utama PT Kesuma Agung Selaras I Wayan Madik Kesuma. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PT Kesuma Agung Selaras (KAS) pada Rabu (29/9/2021) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Graha Laras Sentul dan juga resmi memasarkan area komersial di proyek Graha Laras Sentul (GLS).

I Wayan Madik Kesuma, Direktur Utama PT KAS, menyatakan pembangunan masjid ini merupakan komitmen kepada konsumen.

“Semoga sarana ibadah ini bermanfaat bagi warga dan juga menjadi ruang interaksi lainnya yang bermanfaat untuk kepentingan bersama,” kata Wayan.

Pada April lalu PT KAS membangun jembatan penghubung antara proyek perumahan dan ruas jalan utama di Kota Bogor, yaitu Jalan Raya Bogor Km 51. Menurut Wayan, pembangunan infrastruktur dan sarana lainnya ini memberikan efek positif dan merubah wajah kawasan perumahan yang luasnya 18 hektare.

Dia menambahkan saat pandemi tahun lalu hingga saat ini progres penjualan proyek GLS tak terkendala dan tidak menemui kesulitan dalam pemasaran.

Pembangunan infrastruktur dan fasilitas, menurut Wayan, menjadi bukti dan komitmen PT KAS kepada konsumen. “Hasilnya, setelah kita buka akses ke Jalan Raya Bogor yang merupakan jalan utama, penjualan meningkat.”

Sementara itu, Elin Saputri, General Manager PT KAS, menyatakan proyek itu sudah dihuni sekitar 140 kepala keluarga atau 140 unit rumah. Dia yakin hingga akhir tahun jumlah penghuni rumah akan bertambah menjadi 200-an unit, karena proses akad kredit masih terus berlanjut.

Mengenai target penjualan, Elin menjelaskan saat ini kondisinya cukup memuaskan. “Nilai penjualan sudah mencapai Rp200 miliaran dari target tahun ini Rp250 miliar, lebkih besar daroipada target 2020 Rp120 miliar. Target tahun ini sepertinya akan terlewati,” kata Elin.

Terkait dengan pemasaran, Elin menjelaskan saat ini GLS fokus memasarkan tipe 55/72 meter (2 lantai) dengan harga Rp800 jutaan dan tipe 69/105 meter persegi (2 lantai) dengan harga Rp1,3 miliar.

Kedua tipe ini menawarkan kemudahan uang muka, yang tipe 55 uang muka hanya Rp5 juta sudah all in biaya surat-surat dan lainnya. Demikian pula dengan yang tipe 69, uang muka hanya Rp10 juta sudah all in juga. “Kami berikan juga bonus pendingin ruangan (AC) untuk smeua tipe.”

Direktur Consumer & Commercial Lending PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Hirwandi Gafar yang hadir dalam acara tersebut mengakui bahwa GLS berkomitmen mengembangkan proyek, terlihat dari progres pembangunan unit rumah yang tak tertunda, juga berbagai lalu fasilitas dan infrastruktur.

“Mereka komitmen dengan janjinya, seperti buka akses jalan ke JL Raya Bogor dengan membangun jembatan itu karena PT KAS ingin penghuni perumahan mendapatkan kemudahan akses. Sementara terkait pengembangan area komersial mereka juga jeli melihat kondisi dan melihat kebutuhan pasar dan memang sudah saatnya mereka mengembangkan area komersial ini,” papar Hirwandi.

PT KAS, menurut Wayan, memasarkan area komersial seluas 1 hektare ini dengan cara inovatif, tak sekedar membangun kawasan ruko, tapi menjadikan area komersial yang berada di jalan boulevard GLS sebagai destinasi baru di Bogor. “Bersinergi dengan brand-brand besar, kami menyediakan kavling mulai dari ukuran 1.000 meter persegi sesuai dengan kebutuhan mereka.”

Beberapa brand ritel, kuliner, hingga lifestyle terus melakukan penjajakan untuk masuk ke GLS. Captive market dari jumlah unit rumah yang ada di GLS yang akan mencapai 1.000 unit, kata Wayan, adalah kekuatan pasar tersendiri. Belum lagi, beberapa perumahan lama di sekitar GLS juga menjadi kekuatan pasar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti perumahan
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top