Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PDIP Usul Program Jalur Sepeda Disetop, Begini Penjelasannya

Fraksi PDIP di DPRD DKI Jakarta mengusulkan anggaran untuk jalur sepeda disetop pada tahun 2023.
Pesepeda memacu kecepatan saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (30/5/2021)./Antara
Pesepeda memacu kecepatan saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (30/5/2021)./Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak mengusulkan program jalur sepeda dihentikan pada 2023.

Menurutnya, alokasi anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hanya untuk program prioritas saja.

“Kita bukan antisepeda. Dasar pemikiran kita hanya alokasi anggaran untuk yang prioritas. Karena jalur sepeda sudah panjang, toh tidak dimanfaatkan masyarakat. Jadi kalau yang ada tidak berfungsi, kenapa mesti ditambah lagi,” kata Gilbert, Kamis (17/11/2022).

Dia menjelaskan, awalnya anggaran untuk program tersebut memang akan dihentikan. Namun, masih belum final, Dinas Perhubungan (Dishub) meminta agar anggaran untuk evaluasi tetap ada.

“Jadi bolak-balik dibahas kayak setrikaan di Komisi B. Nanti di Banggar [Badan Anggaran] finalisasinya,” imbuhnya.

Anggota Komisi B DPRD dari Fraksi PKS, Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ) menilai bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono tak memprioritaskan program jalur sepeda.

Program tersebut diketahui merupakan warisan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menjabat pada Oktober 2017- Oktober 2022.

“Arahnya saya lihat Pemprov DKI tidak lagi menempatkan pengembangan jalur sepeda sebagai program prioritas,” kata MTZ saat dihubungi, Kamis (17/11/2022).

Dikatakan, pada tahun depan tidak ada anggaran untuk perluasan jalur sepeda. Namun, kemungkinan ada anggaran untuk evaluasi, sosialisasi, dan optimalisasi sebesar Rp7,5 miliar.

Padahal sebelumnya anggaran program jalur sepeda diusulkan Rp38 miliar. Kader PKS ini menyayangkan hal tersebut, terlebih makin banyak masyarakat yang menggunakan sepeda.

“Ya tidak ada [anggaran perluasan jalur sepeda]. Padahal makin banyak warga menggunakan sepeda akan makin baik. Emisi gas karbon akan berkurang. Warga tambah sehat,” katanya.

Dia juga menyinggung bahwa banyak kota-kota besar di dunia yang mengembangkan jalur sepeda. Namun Jakarta justru mau menghentikan.

“Kalau Jakarta menghentikan prorgram tersebut artinya kemunduran,” tandasnya. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper