Jakpro Minta LRT Jabotabek Dikecualikan dari Moratorium Tol Layang

PT Jakarta Propertindo meminta pemerintah pusat tidak memasukkan proyek kereta ringan (light rail transit/LRT) dari daftar penundaan sementara atau moratorium proyek konstruksi layang (elevated) di Indonesia.
Feni Freycinetia Fitriani | 20 Februari 2018 17:31 WIB
Foto aerial proyek pembangunan light rail transit (LRT) di Jakarta, Minggu (19/11). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA--PT Jakarta Propertindo meminta pemerintah pusat tidak memasukkan proyek kereta ringan (light rail transit/LRT) dari daftar penundaan sementara atau moratorium proyek konstruksi layang (elevated) di Indonesia.

Direktur Utama PT Jakpro Satya Hergandhi mengaku kaget dengan perintah moratorium yang disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono setelah insiden kecelakaan konstruksi Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu), Selasa (20/2/2018) dini hari.

"Kami ingin patuh [terhadap peraturan], tetapi bingung karena tak adanya syarat-syarat detail atas moratorium. Terus terang, saya minta proyek LRT mendapat pengecualian karena dibangun untuk Asian Games 2018," ujarnya ketika dihubungi Bisnis, Selasa (20/2/2018).

Dia menuturkan sudah meminta kontraktor LRT DKI koridor I fase I Velodrome-Kelapa Gading yaitu PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) untuk segera menghadap dan mempresentasikan rencana kerja yang menyangkut pekerjaan jalur layang (elevated) kepada Komite Investigasi dan Keselamatan Kementerian PUPR.

Pasalnya, Jakpro saat ini dikejar target untuk menyelesaikan pembangunan sarana dan prasarana LRT, termasuk jalur layang dan operasional kereta untuk perhelatan Asian Games yang akan dilaksanakan pada Agustus mendatang.

"Kami membutuhkan dukungan semua stakeholders mengingat ketatnya jadwal penyelesaian," ungkapnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan progres pembangunan LRT saat ini sudah mencapai 60%. Menurutnya, angka tersebut lebih rendah dibandingkan progres Velodrome sebesar 83% dan Equestrian 99%.

Dia mengatakan ada sedikit catatan yang diberikan oleh pemprov DKI terkait penyelesaian proyek LRT tersebut.

"Pembangunan LRT 8% lebih lambat dari jadwal. Ini terjadi karena ada penyebabnya, yaitu curah hujan tinggi dan kejadian keselamatan yang kemarin terjadi," kata Anies.

Untuk mengejar target penyelesaian, dia mengatakan Jakpro akan tambah shift dan operasional alat-alat berat di lapangan.

Selain itu, dia mengatakan kereta LRT DKI akan datang ke Ibu Kota pada April mendatang. Anies berharap gerbong kereta bisa dipasang dan memulai uji coba (commissioning) pada Mei-Juni agar moda transportasi tersebut bisa segera dioperasikan.

"Kami akan kejar agar on schedule, on budget, dan on quality. Mudah-mudahan kereta LRT bisa beroperasi pada Juni nanti," ujarnya.

Tag : jakpro, LRT
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top